Fenomena Hujan Es, Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Rabu, 23 Februari 2022 - 08:23 WIB
loading...
BMKG memprediksi hujan es disertai angin kencang masih terjadi hingga April mendatang. Foto/ilustrasi
A
A
A
Fenomena hujan es yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia menarik untuk dikaji. Hujan es termasuk fenomena alam yang merupakan tanda-tanda kebesaran Allah Ta'ala.
Al-Qur'an dengan mukjizatnya menjelaskan fenomena hujan es ini. Jika ada yang mengatakan Al-Qur'an merupakan penghambat perkembangan ilmu pengetahuan tentu ini keliru. Justru pesan Al-Qur'an sejalan dengan ilmu pengetahuan modern.
Baca Juga: Tak Perlu Panik, Ini Penjelasan Kenapa Terjadi Hujan Es di Indonesia
Mari kita simak firman-Nya dalam Al-Qur'an :
اَلَمۡ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُزۡجِىۡ سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيۡنَهٗ ثُمَّ يَجۡعَلُهٗ رُكَامًا فَتَرَى الۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلٰلِهٖۚ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَآءِ مِنۡ جِبَالٍ فِيۡهَا مِنۡۢ بَرَدٍ فَيُـصِيۡبُ بِهٖ مَنۡ يَّشَآءُ وَ يَصۡرِفُهٗ عَنۡ مَّنۡ يَّشَآءُ ؕ يَكَادُ سَنَا بَرۡقِهٖ يَذۡهَبُ بِالۡاَبۡصَارِؕ
Artinya: "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An-Nur Ayat 43)
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu ada dalam kekuasaan-Nya. Manusia diminta merenungkan bagaimana Allah mengatur hujan yang airnya bermula dari laut dan sungai di darat, kemudian menguap lalu turun kembali ke darat.
Tafsir Kementerian Agama menjelaskan, Allah dengan kuasa-Nya menurunkan butiran-butiran es dari langit, yaitu dari gumpalan-gumpalan awan yang serupa gunung-gunung. Dia mengumpulkan awan-awan yang berarak itu pada suatu daerah, sehingga terjadilah tumpukan awan yang berat berwarna hitam, seakan-akan awan itu gunung-gunung besar yang berjalan di angkasa.
Dari awan ini turun hujan lebat di satu daerah dan kadang-kadang hujan itu bercampur dengan es. Bagi yang berada di bumi mungkin jarang melihat awan tebal yang berarak seperti gunung. Tetapi bila kita berada dalam pesawat kita akan melihata awan-awan bergerak perlahan seperti gunung-gunung yang menjulang. Bila awan itu menurunkan hujan nampak dengan jelas bagaimana air itu turun ke bumi.
Hujan yang lebat itu memberi rahmat dan keuntungan besar bagi manusia. Sebab, sawah dan bumi yang kering akibat musim kemarau, menjadi subur kembali dan berbagai macam tanaman tumbuh sehingga manusia dapat memetik hasilnya dengan gembira.
Al-Qur'an dengan mukjizatnya menjelaskan fenomena hujan es ini. Jika ada yang mengatakan Al-Qur'an merupakan penghambat perkembangan ilmu pengetahuan tentu ini keliru. Justru pesan Al-Qur'an sejalan dengan ilmu pengetahuan modern.
Baca Juga: Tak Perlu Panik, Ini Penjelasan Kenapa Terjadi Hujan Es di Indonesia
Mari kita simak firman-Nya dalam Al-Qur'an :
اَلَمۡ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُزۡجِىۡ سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيۡنَهٗ ثُمَّ يَجۡعَلُهٗ رُكَامًا فَتَرَى الۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلٰلِهٖۚ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَآءِ مِنۡ جِبَالٍ فِيۡهَا مِنۡۢ بَرَدٍ فَيُـصِيۡبُ بِهٖ مَنۡ يَّشَآءُ وَ يَصۡرِفُهٗ عَنۡ مَّنۡ يَّشَآءُ ؕ يَكَادُ سَنَا بَرۡقِهٖ يَذۡهَبُ بِالۡاَبۡصَارِؕ
Artinya: "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An-Nur Ayat 43)
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu ada dalam kekuasaan-Nya. Manusia diminta merenungkan bagaimana Allah mengatur hujan yang airnya bermula dari laut dan sungai di darat, kemudian menguap lalu turun kembali ke darat.
Tafsir Kementerian Agama menjelaskan, Allah dengan kuasa-Nya menurunkan butiran-butiran es dari langit, yaitu dari gumpalan-gumpalan awan yang serupa gunung-gunung. Dia mengumpulkan awan-awan yang berarak itu pada suatu daerah, sehingga terjadilah tumpukan awan yang berat berwarna hitam, seakan-akan awan itu gunung-gunung besar yang berjalan di angkasa.
Dari awan ini turun hujan lebat di satu daerah dan kadang-kadang hujan itu bercampur dengan es. Bagi yang berada di bumi mungkin jarang melihat awan tebal yang berarak seperti gunung. Tetapi bila kita berada dalam pesawat kita akan melihata awan-awan bergerak perlahan seperti gunung-gunung yang menjulang. Bila awan itu menurunkan hujan nampak dengan jelas bagaimana air itu turun ke bumi.
Hujan yang lebat itu memberi rahmat dan keuntungan besar bagi manusia. Sebab, sawah dan bumi yang kering akibat musim kemarau, menjadi subur kembali dan berbagai macam tanaman tumbuh sehingga manusia dapat memetik hasilnya dengan gembira.
Lihat Juga :