3 Aspek dalam Al-Qur'an sebagai Bukti Kebenaran Nabi Muhammad SAW

Jum'at, 24 Maret 2023 - 03:06 WIB
- Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing 8 kali;

- Al-shayf (musim panas) dan al-syita' (musim dingin), masing-masing 1 kali.

B. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.

- Al-harts dan al-zira'ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;

- Al-'ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;

- Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;

- Al-Qur'an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Qur'an, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;

- Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;

- Al-jahr dan al-'alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.

Baca juga: Sejarah Turunnya dan Tujuan Pokok Al-Quran, Menurut Quraish Shihab

C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.

- Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali;

- Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali;

- Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran), masing-masing 154 kali;

- Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali;

- Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali.

D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.

- Al-israf (pemborosan) dengan al-sur'ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;

- Al-maw'izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali;
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!