Memaknai Keberkahan Ramadan (20): Puasa Melatih Diri Mengendalikan Hawa Nafsu

Rabu, 19 April 2023 - 23:03 WIB
Di sinilah puasa hadir sebagai keberkahan besar. Puasa yang kita kenal beresensi "imsak" (mengendalikan atau mengontrol) menjadi instrument penting dalam membangun kekuatan bagi manusia untuk mengendalikan hawa nafsunya.

Dan karenanya puasa sesungguhnya bukan sekadar menahan makan, minum dan kenyamanan duniawi lainnya. Semua itu hanya aksi simbolik dalam pengendalian. Esensi menahan atau imsak justeru ada pada menahan dorongan hawa nafsu yang begitu kuat dalam diri manusia.

Kegagalan manusia dalam menguasai (mengendalikan) hawa nafsunya menjadikannya liar. Bahkan lebih liar dari binatang di liat di tengah belantara hutan. Manusia yang tidak mengendalikan hawa nafsu akan melakukan kejahatan dan kerusakan bahkan jauh lebih besar dari kerusakan yang dapat diakibatkan oleh makhluk-makhluk Allah yang lain.

Dan karenanya kerusakan-kerusakan yang telah nampak di darat dan di laut itu akibat ulah tangan-tangan manusia. Tangan-tangan yang terkendalikan dan diperbudak oleh hawa nafsu yang tiada batas. Hawa nafsu jauh lebih besar dari batasan dunia. Dan hanya akan sadar batas ketika masuk ke dalam liang lahat (hatta zurtum al-maqaabir).

Berbagai eksploitasi alam dan sesama manusia, termasuk peperangan-peperangan tadi, bahkan dengan ragam justifikasi yang manis seperti kebebasan, HAM, demokrasi dan seterusnya semuanya kembali kepada hawa nafsu yang tak terkendali.

Realita ini yang diekspresikan di Surah An-Nazi'at: "Maka barangsiapa yang melampaui batas dan mengedepankan kehidupan dunia maka jahannam adalah tempat kembalinya."

Semoga puasa kali ini benar-benar melatih kita dalam mengendalikan dorongan hawa nafsu. Kita pegang, kita kendalikan, kita arahkan, lalu kita maksimalkan dorongan hawa nafsu itu ke arah yang benar dan positif. Ke hal-hal yang sesuai dengan ajaran Allah dan dalam rangka meraih ridho-Nya. Insya Allah!

(Bersambung)!

Baca Juga: Memaknai Keberkahan Ramadan (19): Puasa Menuntun Manusia ke Jalan yang Benar
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!