Hagia Sophia Jadi Masjid, Ketidakjujuran Dunia Terekspos!

Selasa, 21 Juli 2020 - 17:09 WIB
Keindahan arsitektur Hagia Shopia menjadikannya sebagai salah satu bangunan paling indah dan bersejarah di Turki. Foto/Ist
Imam Shamsi Ali

Direktur/Imam Jamaica Muslim Center

Presiden Nusantara Foundation USA

Pascakeputusan pengadilan Turki untuk memberikan kebebasan bagi pemerintah Turki untuk mengkonversi (tepat ya reversi) gedung Hagia Sophia dari sebuah museum ke sebuah masjid kembali dunia ramai membincangkan. Dari beberapa Kepala negara, UNESCO, hingga ke tokoh-tokoh agama dunia ramai membicarakan.

Saya tidak akan lagi membahas perspektif legal, baik pada tataran hukum positif maupun pada aspek syariahnya. Justru yang ingin saya bahas kali ini adalah sikap dunia dalam menyikapi isu semacam ini yang memang timbul dari masa ke masa. (Baca Juga: Hagia Shopia dan Akhlakul Karimah Umat Islam )

Beberapa waktu lalu saya pernah menuliskan sebuah artikel dengan judul "Toleransi yang berpihak". Nampaknya reversi Hagia Sophia kembali membuka tabir realita itu. Bahwa seringkali toleransi dimaknai sebagai toleransi untuk "serving our interest". Seolah toleransi itu dimaknai secara positif ketika berpihak kepada kepentingan pihak tertentu.

Sebaliknya ketika toleransi harus ditegakkan karena memang menjadi hak orang lain, konsep itu dibalik sebagai intoleransi. Bahkan tidak malu-malu dibalik menjadi tendensi radikal. Ketika seseorang atau sekelompok membela haknya, tidak jarang orang atau kelompok tersebut dilabeli ekstremis.

Inilah sesungguhnya yang kembali terekspos ketika pemerintah Turki memutuskan untuk mereversi fungsi gedung Hagia Sophia menjadi kembali menjadi masjid setelah sekian tahun masjid tersebut dijadikan museum oleh si sekuler Kemal Ataturk.

Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa jika memang ada ketidakbenaran dalam proses konversi ini, tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai justifikasi atau membenarkan yang salah. Justru yang ingin saya bahas adalah ketidakjujuran atau kemunafikan simpan dunia dalam menyikapinya.

Pengalihan fungsi gedung dari fungsi musium ke fungsi rumah ibadah (masjid) begitu ramai dibicarakan, bahkan dengan terang-terangan ditentang bahkan dianggap menjadi bagian dari wajah negatif umat bahkan agama Islam itu sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!