Kalender Islam Global Jadi Pembicaraan dalam Silaturahmi Idulfitri 1444 H PP Muhammadiyah

Senin, 01 Mei 2023 - 10:56 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar. Foto/Ilustrasi: PP Muhammadiyah
JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah , Syamsul Anwar, mengulik perihal Kalender Islam Global dalam acara Silaturahmi Idulfitri 1444 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Ahad (30/04/2023).

Ia menjelaskan dalam al-Quran Surat Saba’ ayat 28 dan Al Anbiya’ ayat 107 memberi isyarat satu kalender untuk seluruh dunia. "Karenanya, kalender zonal yang membagi bumi menjadi beberapa bagian bertentangan dengan universalisme risalah Islam. Umat Islam yang telah mengglobal membutuhkan sistem waktu yang bisa berlaku bagi semua kawasan di seluruh dunia," ujarnya.

Syamsul Anwar juga mengutip sebuah hadis, yang berbunyi: “Dari Abu Hurairah (diriwayatkan) bahwa Nabi SAW bersabda: Puasa itu pada hari seluruh kamu berpuasa, Idulfitri itu pada hari kamu beridulfitri dan Iduladha itu pada hari kamu beriduladha.” (HR at-Tirmidzi, al-Baihaqi, ad-Daraquthni, dan Abu Dawud).

Umat Islam dalam hadis itu disapa dengan menggunakan kata “kamu” bentuk jamak: “kamu berpuasa”, “kamu beridulfitri”, atau “kamu beriduladha”. Ini berarti bahwa puasa dan seremonia Idain dilaksanakan serentak pada hari yang sama. "Hal ini hanya mungkin dilakukan dengan adanya kalender global tunggal," ujarnya sebagaimana dilansir laman resmi PP Muhammadiyah.

Baca juga: Lazismu Beri Beasiswa 6 Mujahid Kalender Islam Global Tempuh Studi Magister

Selain itu, Syamsul mengutip pandangan Imam Nawawi yang mengatakan: beberapa ulama kami (Syafiiah) menyatakan, “Rukyat di suatu tempat berlaku untuk seluruh penduduk bumi” (an-Nawawī, Syarḥ Ṣahiḥ Muslim, VII: 197).

Sejalan dengan ini, seorang Ulama Hanafi mengatakan: Apabila sudah terlihat di suatu tempat, hal itu mengikat bagi semua manusia, karena wajib puasa bagi penduduk Timur karena rukyat penduduk Barat, menurut zahir mazhab (Hanafi)”.



Prinsip Kalender Islam Global

Syamsul kemudian menguraikan beberapa prinsip Kalender Islam Global. Pertama, penerimaan hisab. Kalender Islam Global tidak akan tersusun bila menggunakan rukyat. Kedua, transfer imkan rukyat. Prinsip ini berangkat dari fakta bahwa imkan rukyat ini tidak bisa meliputi seluruh kawasan dunia. Karenanya, imkanu rukyat yang terjadi di tempat tersebut ditransfer ke kawasan yang belum mengalami imkan rukyat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!