Biografi Imam Ahmad bin Hanbal dan Pujian Para Ulama
Kamis, 18 Mei 2023 - 05:10 WIB
"Sehingga di bab ini saja jika kita mau, bisa disusun satu buku tersendiri tentang pujian dan sanjungan ulama terhadapnya," kata Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq.
Muhni bin Yahya berkata: "Aku telah bertemu dengan Sufyan bin Uyainah, Waki', Baqiyah, Abdurrazaq, Dzamrah dan sejumlah orang (besar). Aku tidak pernah melihat seseorang yang seperti Ahmad dalam hal mengumpulkan ilmu, sifat zuhud dan sifat wara." [Siyar A'lam Nubala (11/191)]
Imam Abdurrazaq berkata: "Aku tidak pernah melihat ada orang yang lebih faqih dan lebih wara' melebihi Ahmad bin Hanbal." [Siyar A'lam Nubala (11/195)]
Qutaibah berkata: "Sebaik-baik orang di zaman kita adalah Abdullah bin Mubarak, kemudian pemuda ini, yakni Ahmad bin Hanbal. Jika aku melihat ada seseorang yang mencintai Ahmad, maka tahulah aku dia adalah pengikut sunnah." [Ibid]
Ia juga mengatakan: "Seandainya bukan karena perjuangan Ahmad, akan banyak hal-hal baru dalam agama. Ahmad adalah imam di dunia ini." [Ibid]
Imam Syafi'i rahimahullah berkata: "Ketika aku keluar meninggalkan Baghdad, tidaklah aku tinggalkan padanya seorang pun yang lebih wara', paling bertakwa, paling faqih, dan paling berilmu daripada Ahmad bin Hanbal." [Tarikh an Dimashq, Ibn Asakir (5/272)]
Beliau juga berkata: "Aku tidak pernah mengambil manfaat dari seseorang yang lebih banyak dari manfaat yang kuambil darinya." [Jami’ li ulum li imam Ahmad (18/534)]
Ishaq bin Ruhawaih berkata: "Ahmad adalah hujjah antara Allah dengan makhluk-makhlukNya." [Siyar A'lam Nubala (11/196)]
Ibnu Madini berkata: "Allah menjaga kemuliaan agama ini dengan Abu Bakar Shidiq di waktu ketika banyak orang murtad, dan dengan Ahmad bin Hanbal di waktu terjadi fitnah Qur’an dianggap makhluk." [Ibid]
Abu Ubaid berkata: "Aku tidak mengetahui adanya orang yang lebih mengetahui sunnah melebihi dirinya." [Ibid]
Hasan bin Rabi' berkata: "Aku tidak pernah menyerupakan Ahmad bin Hanbal kecuali dengan Abdullah bin Mubarak dalam masalah adab dan prilakunya." [Ibid1]
Yahya bin Ma'in berkata: "Aku berharap bisa seperti Ahmad bin Hanbal. Dan demi Allah, aku tidak pernah bisa seperti dia selama-lamanya." [Ibid]
As-Sukuni berkata: "Aku tidak pernah melihat ada orang seperti Ahmad bin Hanbal." [Siyar A'lam Nubala (11/198)]
Hajaj bin Sya'ir berkata: "Aku tidak mengetahui adanya orang yang lebih utama dari Ahmad. Aku tidak suka meski terbunuh di jalan Allah jika itu membuatku tidak bertemu dengannya. Demi Allah dalam masalah keimaman dia telah sampai pada derajat lebih agung dari pada apa yang bisa dicapai oleh Sufyan dan Malik." [Ibid]
Muhni bin Yahya berkata: "Aku telah bertemu dengan Sufyan bin Uyainah, Waki', Baqiyah, Abdurrazaq, Dzamrah dan sejumlah orang (besar). Aku tidak pernah melihat seseorang yang seperti Ahmad dalam hal mengumpulkan ilmu, sifat zuhud dan sifat wara." [Siyar A'lam Nubala (11/191)]
Imam Abdurrazaq berkata: "Aku tidak pernah melihat ada orang yang lebih faqih dan lebih wara' melebihi Ahmad bin Hanbal." [Siyar A'lam Nubala (11/195)]
Qutaibah berkata: "Sebaik-baik orang di zaman kita adalah Abdullah bin Mubarak, kemudian pemuda ini, yakni Ahmad bin Hanbal. Jika aku melihat ada seseorang yang mencintai Ahmad, maka tahulah aku dia adalah pengikut sunnah." [Ibid]
Ia juga mengatakan: "Seandainya bukan karena perjuangan Ahmad, akan banyak hal-hal baru dalam agama. Ahmad adalah imam di dunia ini." [Ibid]
Imam Syafi'i rahimahullah berkata: "Ketika aku keluar meninggalkan Baghdad, tidaklah aku tinggalkan padanya seorang pun yang lebih wara', paling bertakwa, paling faqih, dan paling berilmu daripada Ahmad bin Hanbal." [Tarikh an Dimashq, Ibn Asakir (5/272)]
Beliau juga berkata: "Aku tidak pernah mengambil manfaat dari seseorang yang lebih banyak dari manfaat yang kuambil darinya." [Jami’ li ulum li imam Ahmad (18/534)]
Ishaq bin Ruhawaih berkata: "Ahmad adalah hujjah antara Allah dengan makhluk-makhlukNya." [Siyar A'lam Nubala (11/196)]
Ibnu Madini berkata: "Allah menjaga kemuliaan agama ini dengan Abu Bakar Shidiq di waktu ketika banyak orang murtad, dan dengan Ahmad bin Hanbal di waktu terjadi fitnah Qur’an dianggap makhluk." [Ibid]
Abu Ubaid berkata: "Aku tidak mengetahui adanya orang yang lebih mengetahui sunnah melebihi dirinya." [Ibid]
Hasan bin Rabi' berkata: "Aku tidak pernah menyerupakan Ahmad bin Hanbal kecuali dengan Abdullah bin Mubarak dalam masalah adab dan prilakunya." [Ibid1]
Yahya bin Ma'in berkata: "Aku berharap bisa seperti Ahmad bin Hanbal. Dan demi Allah, aku tidak pernah bisa seperti dia selama-lamanya." [Ibid]
As-Sukuni berkata: "Aku tidak pernah melihat ada orang seperti Ahmad bin Hanbal." [Siyar A'lam Nubala (11/198)]
Hajaj bin Sya'ir berkata: "Aku tidak mengetahui adanya orang yang lebih utama dari Ahmad. Aku tidak suka meski terbunuh di jalan Allah jika itu membuatku tidak bertemu dengannya. Demi Allah dalam masalah keimaman dia telah sampai pada derajat lebih agung dari pada apa yang bisa dicapai oleh Sufyan dan Malik." [Ibid]
Lihat Juga :