Kisah Agus Yusuf, Pelukis Difabel Asal Madiun yang 'Dihajikan' Karyanya
Sabtu, 03 Juni 2023 - 11:23 WIB
Selama di Madinah, Agus dilayani oleh sang istri meski keduanya berada di lantai berbeda. Agus menginap di lantai 7 sedangkan istrinya di lantai 10. "Wudhu dan lainnya dibantu istri. Kalau ke masjid, pakai kursi roda," ujarnya.
Di Tanah Suci, Agus memanjatkan doa agar menjadi haji mabrur dan anak-anaknya menjadi anak saleh dan salehah.
"Haji adalah ibadah istimewa, saya sudah dikasih kenikmatan dari Allah begitu banyak, di dunia banyak dosa, usia mulai tua, maka harus meminta ampunan agar mendapatkan kenikmatan di akhirat," kata Agus.
Sri Rohmatiah, yang menikah dengan Agus Yusuf sejak 2003 mengaku terharu dan senang berkesempatan mendampingi suaminya. "Senang bisa melayani suami beribadah, mendorong kursi roda. Alhamdulillah dari KBIHU Multazam serta pemerintah, membantu sekali," katanya.
Sehari-hari, Sri memprioritaskan suami seperti membantu mandi, makan, wudhu, berpakaian dan lainnya. "Sempat was-was, beda lantai hotel bagaimana. Alhamdulillah dari teman-teman saling memahami," jelasnya.
Bagi Sri, kesetiaan dan kesabarannya membantu suami adalah ibadah yang akan membuahkan pahala. "Ibadah saya pribadi, tidak terganggu karena sudah diatur atau ada caranya. Di Masjid Nabawi misalnya, perempuan kan beda tempat, bapak saya minta jangan ke mana-mana, sebelum saya datang," paparnya.
Dia berprinsip, ke Tanah Suci untuk beribadah, maka akan menghindari emosi dan berusaha tetap sabar. "Yakin selalu akan ada yang membantu, dari awal mulai urusan koper, semua dibantu, alhamdulillah," ungkap Sri.
Sementara itu, KH Mustaqim Basyari, pembimbing ibadah dari KBIHU Multazam Kabupaten Madiun selalu meminta Agus Yusuf bersyukur dan meminta kepada jemaah yang lebih muda banyak membantu.
"Karena bisa jadi kemabruran berasal dari langkah menolongnya itu. Ahamdulillah, haji ramah lansia banyak perhatiannya," kata Pengasuh Ponpes Al Basyariyah Pilangkenceng, Kabupaten Madiun itu.
Di Tanah Suci, Agus memanjatkan doa agar menjadi haji mabrur dan anak-anaknya menjadi anak saleh dan salehah.
"Haji adalah ibadah istimewa, saya sudah dikasih kenikmatan dari Allah begitu banyak, di dunia banyak dosa, usia mulai tua, maka harus meminta ampunan agar mendapatkan kenikmatan di akhirat," kata Agus.
Sri Rohmatiah, yang menikah dengan Agus Yusuf sejak 2003 mengaku terharu dan senang berkesempatan mendampingi suaminya. "Senang bisa melayani suami beribadah, mendorong kursi roda. Alhamdulillah dari KBIHU Multazam serta pemerintah, membantu sekali," katanya.
Sehari-hari, Sri memprioritaskan suami seperti membantu mandi, makan, wudhu, berpakaian dan lainnya. "Sempat was-was, beda lantai hotel bagaimana. Alhamdulillah dari teman-teman saling memahami," jelasnya.
Bagi Sri, kesetiaan dan kesabarannya membantu suami adalah ibadah yang akan membuahkan pahala. "Ibadah saya pribadi, tidak terganggu karena sudah diatur atau ada caranya. Di Masjid Nabawi misalnya, perempuan kan beda tempat, bapak saya minta jangan ke mana-mana, sebelum saya datang," paparnya.
Dia berprinsip, ke Tanah Suci untuk beribadah, maka akan menghindari emosi dan berusaha tetap sabar. "Yakin selalu akan ada yang membantu, dari awal mulai urusan koper, semua dibantu, alhamdulillah," ungkap Sri.
Sementara itu, KH Mustaqim Basyari, pembimbing ibadah dari KBIHU Multazam Kabupaten Madiun selalu meminta Agus Yusuf bersyukur dan meminta kepada jemaah yang lebih muda banyak membantu.
"Karena bisa jadi kemabruran berasal dari langkah menolongnya itu. Ahamdulillah, haji ramah lansia banyak perhatiannya," kata Pengasuh Ponpes Al Basyariyah Pilangkenceng, Kabupaten Madiun itu.
(muh)
Lihat Juga :