Pesan Berharga dari Ibadah Wukuf di Padang Arafah
Selasa, 27 Juni 2023 - 22:28 WIB
Prof Taruna Ikrar, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Foto/ist
Prof Taruna Ikrar
Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI)
Dari Padang Arafah Saudi Arabia
ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAAHILHAMDU.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, para jemaah Haji yang berjumlah 4 jutaan dari seluruh dunia melaksanakan Wukuf di Arafah. Ibadah Wukuf ini menjadi rukun sahnya Haji dan wajib dipenuhi setiap jemaah haji apabila ibadahnya ingin diterima oleh Allah SWT.
Makna Wukuf di Padang Arafah
Wukuf dilakukan di Padang Arafah, sebagai personifikasi tempat Nabi Adam 'alaihissalam diturunkan dan memulai kehidupan duniawi setelah terusir dari surga karena melanggar perintah Allah dengan mendekati pohon Khuldi bersama istrinya, Sayyidati Hawa.
Wukuf dianggap sebagai inti dari pelaksanaan ibadah Haji. Ada tiga hal penting yang harus dipahami dan dimengerti oleh setiap orang yang tengah menjalankan ibadah haji, yaitu zawal, wukuf, dan arafah. Dalam pelaksanaan Haji, Zawal memiliki arti pergeseran dari siang ke malam dan dimaknai sebagai proses hidup seorang manusia semenjak dilahirkan, lalu menjalani hidup di masa dewasa, hingga kemudian di akhir nanti akan menjumpai ajalnya.
Para jemaah haji diwajibkan untuk merenung dan melakukan muhasabah diri terkait apa saja yang sudah mereka lakukan semasa hidupnya di dunia untuk kemudian dievaluasi dan membentuk kepribadian yang lebih baik dan mulia dihari setelahnya.
Demikian pula, Wukuf bermakna niatan atau tekad yang ada dalam diri manusia untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dengan cara mengurangi atau memutus rantai perilaku keburukannya yang berpotensi menambah dosa. Sementara Arafah dimaknai sebagai kesadaran yang dimiliki oleh setiap umat manusia yang selalu mengingatkan bahwa dunia ini adalah tempat yang sementara dan proses untuk mencapai tempat yang kekal nanti di alam akhirat.
Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI)
Dari Padang Arafah Saudi Arabia
ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAAHILHAMDU.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, para jemaah Haji yang berjumlah 4 jutaan dari seluruh dunia melaksanakan Wukuf di Arafah. Ibadah Wukuf ini menjadi rukun sahnya Haji dan wajib dipenuhi setiap jemaah haji apabila ibadahnya ingin diterima oleh Allah SWT.
Makna Wukuf di Padang Arafah
Wukuf dilakukan di Padang Arafah, sebagai personifikasi tempat Nabi Adam 'alaihissalam diturunkan dan memulai kehidupan duniawi setelah terusir dari surga karena melanggar perintah Allah dengan mendekati pohon Khuldi bersama istrinya, Sayyidati Hawa.
Wukuf dianggap sebagai inti dari pelaksanaan ibadah Haji. Ada tiga hal penting yang harus dipahami dan dimengerti oleh setiap orang yang tengah menjalankan ibadah haji, yaitu zawal, wukuf, dan arafah. Dalam pelaksanaan Haji, Zawal memiliki arti pergeseran dari siang ke malam dan dimaknai sebagai proses hidup seorang manusia semenjak dilahirkan, lalu menjalani hidup di masa dewasa, hingga kemudian di akhir nanti akan menjumpai ajalnya.
Para jemaah haji diwajibkan untuk merenung dan melakukan muhasabah diri terkait apa saja yang sudah mereka lakukan semasa hidupnya di dunia untuk kemudian dievaluasi dan membentuk kepribadian yang lebih baik dan mulia dihari setelahnya.
Demikian pula, Wukuf bermakna niatan atau tekad yang ada dalam diri manusia untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dengan cara mengurangi atau memutus rantai perilaku keburukannya yang berpotensi menambah dosa. Sementara Arafah dimaknai sebagai kesadaran yang dimiliki oleh setiap umat manusia yang selalu mengingatkan bahwa dunia ini adalah tempat yang sementara dan proses untuk mencapai tempat yang kekal nanti di alam akhirat.
Lihat Juga :