Melihat Kematangan Berpikir Anak dalam Islam, Begini Penjelasannya
Kamis, 29 Juni 2023 - 19:12 WIB
Ibarat hardisk, anak adalah hardisk yang kosong, ibarat lembaran dia lembaran yang putih bersih belum ada isinya, bila sudah terisi di situlah terihat bagaimana kematangan berpikirnya. Foto ilustrasi/ist
Salah satu yang perlu dikawal dan diperhatikan oleh para orang tua terhadap anak-anak mereka adalah kematangan berpikirnya. Apa sebenarnya yang dimaksud kematangan berpikir dalam perspektif Islam? Dan bagaimana penjelasannya?
Dalam perkembangan dan tumbuh kembang anak, tentu ada fase-fase yang dijalani oleh anak mulai dari dia bocah sampai remaja dan sampai menjadi orang dewasa. Pakar parenting islami Ustadz Abu Ihsan Al Atsaary menjelaskan, kematangan berpikir ini juga dikenal dengan sebutan kedewasaan. Tentunya ini akan tumbuh sejalan dan sesuai dengan perkembangan fisik dan usianya.
Maka para orang tua juga harus memperhatikan perkembangan akal anak-anak mereka. Dai yang sering mengisi kajian sunah ini menyebutkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa semua manusia lahir dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Ibarat hardisk dia adalah hardisk yang kosong, ibarat lembaran dia lembaran yang putih bersih belum ada isinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu…” (QS. An-Nahl[16]: 78)
"Itulah kita dulu. Kita lahir dalam keadaan jahil dan tidak berilmu. Akan tetapi manusia diberikan kecerdasan yang dengan kecerdasan itu ia bisa mempelajari banyak hal yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ajarkan kepada mereka,"ujarnya.
Berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya, misalnya binatang yang berumur pendek. Binatang hidup dengan naluri. Lebah, laba-laba, semut, itu dilahirkan lengkap dengan kemampuan untuk membuat sarang tanpa harus belajar dari induknya. Karena dia tidak memiliki kecerdasan dan umur yang cukup untuk mempelajari ilmu membuat sarang,
Berbeda dengan anak manusia yang perlu belajar dari orang lain terutama orang tuanya. Sehingga dia mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak dia ketahui. Ini yang disebut dengan perkembangan akal atau kematangan berpikir. Dimulai dari mungkin suatu yang masih sangat mentah (tidak tahu apa-apa), lalu sedikit demi sedikit bisa berkomunikasi. Itu adalah tahapan yang harus diperhatikan oleh para orang tua. Ini berkaitan dengan pertumbuhan akalnya. Kalau tidak normal pasti ada sesuatu yang lain.
Dalam perkembangan dan tumbuh kembang anak, tentu ada fase-fase yang dijalani oleh anak mulai dari dia bocah sampai remaja dan sampai menjadi orang dewasa. Pakar parenting islami Ustadz Abu Ihsan Al Atsaary menjelaskan, kematangan berpikir ini juga dikenal dengan sebutan kedewasaan. Tentunya ini akan tumbuh sejalan dan sesuai dengan perkembangan fisik dan usianya.
Maka para orang tua juga harus memperhatikan perkembangan akal anak-anak mereka. Dai yang sering mengisi kajian sunah ini menyebutkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa semua manusia lahir dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Ibarat hardisk dia adalah hardisk yang kosong, ibarat lembaran dia lembaran yang putih bersih belum ada isinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا…
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu…” (QS. An-Nahl[16]: 78)
"Itulah kita dulu. Kita lahir dalam keadaan jahil dan tidak berilmu. Akan tetapi manusia diberikan kecerdasan yang dengan kecerdasan itu ia bisa mempelajari banyak hal yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ajarkan kepada mereka,"ujarnya.
Berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya, misalnya binatang yang berumur pendek. Binatang hidup dengan naluri. Lebah, laba-laba, semut, itu dilahirkan lengkap dengan kemampuan untuk membuat sarang tanpa harus belajar dari induknya. Karena dia tidak memiliki kecerdasan dan umur yang cukup untuk mempelajari ilmu membuat sarang,
Berbeda dengan anak manusia yang perlu belajar dari orang lain terutama orang tuanya. Sehingga dia mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak dia ketahui. Ini yang disebut dengan perkembangan akal atau kematangan berpikir. Dimulai dari mungkin suatu yang masih sangat mentah (tidak tahu apa-apa), lalu sedikit demi sedikit bisa berkomunikasi. Itu adalah tahapan yang harus diperhatikan oleh para orang tua. Ini berkaitan dengan pertumbuhan akalnya. Kalau tidak normal pasti ada sesuatu yang lain.
Cara Kerja Otak Manusia
Ustadz Abu Ihsan juga menjellaskan, manusia tidak bisa tiba-tiba pintar. Ada proses-proses yang harus mereka jalani. Maka kita harus mengetahui bagaimana cara kerja otak manusia yang berbeda dengan otak makhluk-makhluk lain.Lihat Juga :