Kisah Abu Bakar Membela Nabi Muhammad SAW Patut Diteladani

Minggu, 16 Juli 2023 - 17:40 WIB
Sayidina Ali menjawab:

إني ما بارزت أحدا إلا انتصفت منه و لكن اخبروني بأشجع الناس

"Aku ini melakukan perang tanding dengan cara berhadap-hadapan. Ada yang lebih berani, siapakah orang tersebut?"

Mereka menjawab: "Kalau demikian, kami tidak tahu ada orang yang lebih pemberani dari dirimu."

Sayidina Ali berkata: "Sungguh aku melihat Rasulullah ﷺ dianiaya kafir Quraisy. Suatu hari ada yang dengan mencaci maki dan ada mencengkram tubuh beliau, lalu mereka berkata: "Kamukah yang hendak menjadikan sembahan itu hanya satu?"

Demi Allah, saat itu tidak ada satupun kami yang berani membela beliau ﷺ kecuali Abu Bakar. Ia bangkit dan mendorong mereka seraya berkata: "Celaka kalian! Apakah kalian akan membunuh seseorang hanya karena dia mengatakan Tuhanku adalah Allah?"

Ali kembali melanjutkan: "Di hari peperangan Badar, kami membangun sebuah kemah kecil untuk Rasulullah ﷺ, sebagai tempat berteduh. Kami berkata: "Siapa yang mau menemani beliau, supaya tiada orang musyrik pun yang mengganggu beliau?

Maka demi Allah, tiada seorang pun di antara kami mendekat, kecuali Abu Bakar sambil mengangkat pedangnya di atas kepala Rasulullah SAW.

Dia tidak mengizinkan seorang pun mendekati Rasulullah ﷺ dan dia siap untuk menantang orang-orang yang ingin melakukan kejahatan terhadap diri Rasulullah ﷺ. Maka dialah sebenarnya orang yang paling pemberani."

Dalam riwayat berikutnya setelah bercerita, Sayidina Ali kembali melontarkan pertanyaan: "Siapakah yang terbaik orang-orang beriman di zamannya Fir'aun atau kah Abu Bakar?"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!