Kesaksian Ulama Besar Pendiri Mazhab tentang Ulama Sufi
Senin, 31 Juli 2023 - 05:15 WIB
Para ulama besar sama sekali tidak menentang tasawuf. Foto/Ilustrasi: Ist
Para ulama besar sama sekali tidak menentang tasawuf . Bahkan tak sedikit di antara mereka yang menggabungkan diri sebagai pengikut dan murid tasawuf. Para ulama tersebut berkhidmat di bawah bimbingan seorang syaikh thariqah yang arif.
Empat orang imam mazhab Sunni, semuanya mempunyai seorang syaikh thariqah. Melalui syaikh itulah mereka mempelajari Islam dalam sisi esoterisnya yang indah dan agung. Mereka semua menyadari bahwa ilmu syariat harus didukung oleh ilmu tasawuf sehingga akan tercapailah pengetahuan sejati mengenai hakikat ibadah yang sebenarnya.
Berikut ini kesaksian imam 4 mazhab Suni tersebut:
Baca juga: Kepala Tarekat Naqsyabandiyah Menyebut Dirinya Anjing
Abu Hanifah
Jalaluddin as Suyuthi di dalam kitab Durr al Mantsur meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah (85 H.-150 H) berkata, “Jika tidak karena dua tahun, saya telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Imam Jafar as Shadiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”.
Imam Abu Hanifah adalah pendiri mazhab Hanafi, murid dari Ahli Silsilah Thariqat Naqsyabandiyah Imam Jafar as Shadiq ra.
Imam Malik
Sementara itu, Imam Malik , pendiri mazhab Maliki, dalam buku 'Ali al-Adawi, barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawuf tanpa fikih maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fikih tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawuf dan fikh dia meraih kebenaran."
Baca juga: Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Pelopor Tarekat
Empat orang imam mazhab Sunni, semuanya mempunyai seorang syaikh thariqah. Melalui syaikh itulah mereka mempelajari Islam dalam sisi esoterisnya yang indah dan agung. Mereka semua menyadari bahwa ilmu syariat harus didukung oleh ilmu tasawuf sehingga akan tercapailah pengetahuan sejati mengenai hakikat ibadah yang sebenarnya.
Berikut ini kesaksian imam 4 mazhab Suni tersebut:
Baca juga: Kepala Tarekat Naqsyabandiyah Menyebut Dirinya Anjing
Abu Hanifah
Jalaluddin as Suyuthi di dalam kitab Durr al Mantsur meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah (85 H.-150 H) berkata, “Jika tidak karena dua tahun, saya telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Imam Jafar as Shadiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”.
Imam Abu Hanifah adalah pendiri mazhab Hanafi, murid dari Ahli Silsilah Thariqat Naqsyabandiyah Imam Jafar as Shadiq ra.
Imam Malik
Sementara itu, Imam Malik , pendiri mazhab Maliki, dalam buku 'Ali al-Adawi, barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawuf tanpa fikih maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fikih tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawuf dan fikh dia meraih kebenaran."
Baca juga: Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Pelopor Tarekat
Lihat Juga :