Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Pelopor Tarekat
Rabu, 12 Oktober 2022 - 16:31 WIB
loading...
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani adaah pelopor tarekat di dunia. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Tokoh pertama yang memperkenalkan sistem thariqah ( tarekat ) adalah Syaikh Abdul Qadir al-Jilani (w. 561 H/1166 M) di Baghdad. Hal ini disampaikan Dr Kamil Musthafa al-Syibi dalam tesisnya tentang gerakan tasawuf dan gerakan syi'ah .
Kiai Haji Ali Yafie dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" mengatakan ajaran tarekat Syaikh Abdul Qadir ini menyebar ke seluruh penjuru dunia Islam, yang mendapat sambutan luas di Aljazair, Ghinia dan Jawa.
Baca juga: Kepala Tarekat Naqsyabandiyah Menyebut Dirinya Anjing
Sedangkan di Mesir, tarekat yang banyak pengikutnya Tarekat Rifa'iyyah yang dibangun Sayid Ahmad al-Rifa'i. Dan tempat ketiga diduduki tarekat ulama penyair kenamaan Parsi, Jalal al-Din al-Rumi (w. 672 H/1273 M).
Beliau membuat tradisi baru dengan menggunakan alat-alat musik sebagai sarana zikir. Kemudian sistem ini berkembang terus dan meluas.
Dalam periode berikutnya muncul tarekat al-Syadziliyah yang mendapat sambutan luas di Maroko dan Tunisia khususnya, dan dunia Islam bagian Timur pada umumnya.
KH Ali Yafie mengatakan yang juga perlu dicatat di sini ialah munculnya Tarekat Sanusiyah yang mempunyai disiplin tinggi mirip disiplin militer.
Di bawah syeikhnya yang terakhir, Sayyid Ahmad al-Syarif al-Sanusi berhasil menggalang satu kekuatan perlawanan rakyat yang mampu memerangi kolonialis Italia, Perancis dan Inggris secara berturut-turut, dan akhirnya membebaskan wilayah Libya.
"Mungkin sifat keras dari iklim yang dibentuk Tarekat Sanusiyah inilah yang mewarnai Mu'ammar al-Qadafi mengambil alih kekuasaan dan berkuasa sampai saat ini sebagai Kepala Negara tersebut," tutur KH Ali Yafie dalam buku " .
Baca juga: Para Guru Desain dan Bagaimana Tarekat Diwujudkan
Kiai Haji Ali Yafie dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" mengatakan ajaran tarekat Syaikh Abdul Qadir ini menyebar ke seluruh penjuru dunia Islam, yang mendapat sambutan luas di Aljazair, Ghinia dan Jawa.
Baca juga: Kepala Tarekat Naqsyabandiyah Menyebut Dirinya Anjing
Sedangkan di Mesir, tarekat yang banyak pengikutnya Tarekat Rifa'iyyah yang dibangun Sayid Ahmad al-Rifa'i. Dan tempat ketiga diduduki tarekat ulama penyair kenamaan Parsi, Jalal al-Din al-Rumi (w. 672 H/1273 M).
Beliau membuat tradisi baru dengan menggunakan alat-alat musik sebagai sarana zikir. Kemudian sistem ini berkembang terus dan meluas.
Dalam periode berikutnya muncul tarekat al-Syadziliyah yang mendapat sambutan luas di Maroko dan Tunisia khususnya, dan dunia Islam bagian Timur pada umumnya.
KH Ali Yafie mengatakan yang juga perlu dicatat di sini ialah munculnya Tarekat Sanusiyah yang mempunyai disiplin tinggi mirip disiplin militer.
Di bawah syeikhnya yang terakhir, Sayyid Ahmad al-Syarif al-Sanusi berhasil menggalang satu kekuatan perlawanan rakyat yang mampu memerangi kolonialis Italia, Perancis dan Inggris secara berturut-turut, dan akhirnya membebaskan wilayah Libya.
"Mungkin sifat keras dari iklim yang dibentuk Tarekat Sanusiyah inilah yang mewarnai Mu'ammar al-Qadafi mengambil alih kekuasaan dan berkuasa sampai saat ini sebagai Kepala Negara tersebut," tutur KH Ali Yafie dalam buku " .
Baca juga: Para Guru Desain dan Bagaimana Tarekat Diwujudkan
Lihat Juga :