Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (4): Tiba di Madinah dengan Sambutan Luar Biasa

Senin, 31 Juli 2023 - 22:49 WIB
Tibalah momen yang ditunggu-tunggu, Rasulullah dan Abu Bakar memasuki kota peradaban dunia, Madinah Al-Munawarah yang kala itu masih bernama Yatsrib. Foto/ist
Imam Shamsi Ali

Direktur Jamaica Muslim Center,

Presiden Nusantara Foundation USA

Tidak lama setelah Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu meninggalkan rumah tua itu, sang suami juga tiba kembali di rumahnya. Seharian beliau berada di luar rumah mencoba mencari rezeki Allah untuk kelanjutan hidup (survival) mereka.

Betapa terkejutnya sang suami mendapatkan istrinya ceria dengan susu yang masih hampir memenuhi bejana itu. "Dari mana kamu mendapatkan susu sebanyak ini?" tanya sang suami.

Sang istri pun bercerita panjang tentang apa yang terjadi siang itu di rumahnya. Bagaimana dua orang yang sedang musafir mengetuk pintu rumahnya, meminta kiranya dapat membeli makanan, hingga seorang di antara mereka meminta izin untuk memeras susu dari kambingnya. Dan anehnya kambing tua itu menghasilkan susu segar yang berlimpah.

Sang istri bercerita tidak saja mengenai apa yang terjadi. Tapi juga memberikan rincian deskripsi fisik orang yang berkunjung itu. Bahwa orang itu berwajah ceria penuh dengan cahaya, bicaranya jelas dan menarik. Bahkan beliau menceritakan bagaimana rupa fisikal Rasulullah ﷺ yang atletis. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Rambutnya agak panjang hingga ke bahu, dan seterusnya.

Dalam catatan sirah atau sejarah Rasulullah, hanya wanita ini yang bernama Ummu Ma'bad radhiyallahu 'anha, menceritakan dengan cukup rinci ciri-ciri fisik (physical description) Rasulullah ﷺ. Hampir tidak ditemukan deskripsi yang rinci dari sahabat lainnya. Mungkin hikmahnya agar Rasulullah tidak dibuat dalam bentuk gambar imajinatif di kemudian hari oleh pengikutnya.

Mendengar penjelasan istrinya, sang suami berkata: "Itulah orang yang saat ini sedang dicari oleh para pembesar Makkah". Berita menghilangnya Muhammad ﷺ memang telah tersebar ke seantero Arabia saat itu. Padahal media, apalagi media sosial belum ada seperti saat ini. Mungkin mereka punya caranya sendiri.

Sang suami juga mengatakan kepada isterinya: "Salah seorang dari mereka itu mengaku Nabi."

Mendengar itu, istrinya menyahut: "Itu bukan pengakuan. Tapi benar bahwa dia adalah seorang Nabi." Akhirnya mereka berdua memutuskan memeluk agama Islam dan menjadi pengikut Rasulullah ﷺ.

Sementara itu Rasulullah dan Abu Bakar terus melangkah mengendarai untanya menuju Madinah. Berselang tidak lagi terlalu jauh dari Madinah mereka berdua berpapasan dengan sekelompok orang yang sedang dalam perjalanan. Rupanya mereka adalah kolega Abu Bakar di saat masih aktif berdagang. Mereka mengenal Abu Bakar. Tapi belum mengenal Rasulullah ﷺ.

Mereka pun bertanya kepada Abu Bakar : "Wahai Abu Bakar, siapa orang yang bersamamu?"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!