4 Tingkat Keimanan kepada Qadar Menurut Syaikh Al-Utsaimin
Rabu, 09 Agustus 2023 - 18:58 WIB
Menurutnya, dalam tingkatan ini barangsiapa yang mengingkari Qadar maka dia kafir, karena dia mendustakan Allah dan Rasul-Nya serta ijma' kaum muslimin dan meremehkan kesempurnaan Allah. Karena kebalikan ilmu adalah mungkin bodoh atau alpa dan keduanya berupa aib (cacat).
Allah telah berfirman tentang Nabi Musa ketika dia ditanya oleh Fir'aun.
"Maka apa saja yang telah terjadi di abad-abad terdahulu, dia (Musa) menjawab : Pengetahuan tentang itu di sisi Rabb-ku di dalam kitab yang Rabb-ku tidak akan salah dan alpa ( di dalamnya)" [QS Thaha : 51-51]
Maka Allah tidak akan bodoh terhadap sesuatu yang akan datang dan tidak akan melupakan sesuatu yang telah lewat.
Baca juga: Begini Perbedaan Qadha' dan Qadar Menurut Syaikh Al-Utsaimin
2. Beriman kepada Allah telah menulis ketetapan segala sesuatu sampai terjadi hari kiamat, karena ketika Dia menciptakan Qalam, Dia berfirman kepadanya: "Tulislah", kemudian dia (Qalam) berkata : "Hai Tuhanku, apa yang aku tulis?" Dia berfirman : "Tulislah (dalam hadits yang lain. "Tulislah takdir segala sesuatu hingga hari kiamat") semuanya yang terjadi", kemudian dia (Qalam) seketika berjalan menulis segala sesuatu yang terjadi sampai hari kiamat. Maka Allah telah menulis di Lauh Mahfudz ketetapan segala sesuatu.
Tingkatan ini telah ditunjukkan oleh firman Allah. "Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Sesungguhnya itu semua telah ada dalam kitab, sesungguhnya itu sangat mudah bagi Allah" [QS Al-Hajj : 70]
Allah juga berfirman: "Sesungguhnya itu semua berada dalam kitab", artinya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz). (Sesungguhnya semua itu sangat mudah bagi Allah).
Kemudian penulisan tersebut terkadang bersifat rinci. Maka janin yang ada di perut ibunya bila melewati umur empat bulan, maka Allah mengutus malaikat kepadanya dan mengutusnya membawa empat kalimat, yaitu menulis rizki, ajal, perbuatan, celaka atau bahagia, sebagaimana tertuang dalam hadis sahih Abdullah bin Mas'ud ra dari Nabi SAW, dan ditulis juga di dalam Qadar apa saja yang terjadi dalam tahun itu.
Sebagaimana Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku telah menurunkan pada malam yang berkah, sesungguhnya Aku memberi peringatan di dalamnya tentang perbedaan sesuatu yang mengandung hikmah, sebagai perintah dari-Ku, sesungguhnya Aku Rabb Yang Mengutus" [QS Ad-Dukhan : 3-5]
Baca juga: Berikut Rukun Iman dan Islam Penjelasan Lengkap
3. Beriman bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini disebabkan kehendak Allah. Segala sesuatu yang ada di alam ini terjadi karena kehendak Allah, baik yang dilakukan oleh-Nya maupun oleh mahkhluk.
Allah telah berfirman: "Dia (Allah) melakukan apa yang Dia kehendaki" [QS Ibrahim : 7]
Allah telah berfirman tentang Nabi Musa ketika dia ditanya oleh Fir'aun.
"Maka apa saja yang telah terjadi di abad-abad terdahulu, dia (Musa) menjawab : Pengetahuan tentang itu di sisi Rabb-ku di dalam kitab yang Rabb-ku tidak akan salah dan alpa ( di dalamnya)" [QS Thaha : 51-51]
Maka Allah tidak akan bodoh terhadap sesuatu yang akan datang dan tidak akan melupakan sesuatu yang telah lewat.
Baca juga: Begini Perbedaan Qadha' dan Qadar Menurut Syaikh Al-Utsaimin
2. Beriman kepada Allah telah menulis ketetapan segala sesuatu sampai terjadi hari kiamat, karena ketika Dia menciptakan Qalam, Dia berfirman kepadanya: "Tulislah", kemudian dia (Qalam) berkata : "Hai Tuhanku, apa yang aku tulis?" Dia berfirman : "Tulislah (dalam hadits yang lain. "Tulislah takdir segala sesuatu hingga hari kiamat") semuanya yang terjadi", kemudian dia (Qalam) seketika berjalan menulis segala sesuatu yang terjadi sampai hari kiamat. Maka Allah telah menulis di Lauh Mahfudz ketetapan segala sesuatu.
Tingkatan ini telah ditunjukkan oleh firman Allah. "Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Sesungguhnya itu semua telah ada dalam kitab, sesungguhnya itu sangat mudah bagi Allah" [QS Al-Hajj : 70]
Allah juga berfirman: "Sesungguhnya itu semua berada dalam kitab", artinya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz). (Sesungguhnya semua itu sangat mudah bagi Allah).
Kemudian penulisan tersebut terkadang bersifat rinci. Maka janin yang ada di perut ibunya bila melewati umur empat bulan, maka Allah mengutus malaikat kepadanya dan mengutusnya membawa empat kalimat, yaitu menulis rizki, ajal, perbuatan, celaka atau bahagia, sebagaimana tertuang dalam hadis sahih Abdullah bin Mas'ud ra dari Nabi SAW, dan ditulis juga di dalam Qadar apa saja yang terjadi dalam tahun itu.
Sebagaimana Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku telah menurunkan pada malam yang berkah, sesungguhnya Aku memberi peringatan di dalamnya tentang perbedaan sesuatu yang mengandung hikmah, sebagai perintah dari-Ku, sesungguhnya Aku Rabb Yang Mengutus" [QS Ad-Dukhan : 3-5]
Baca juga: Berikut Rukun Iman dan Islam Penjelasan Lengkap
3. Beriman bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini disebabkan kehendak Allah. Segala sesuatu yang ada di alam ini terjadi karena kehendak Allah, baik yang dilakukan oleh-Nya maupun oleh mahkhluk.
Allah telah berfirman: "Dia (Allah) melakukan apa yang Dia kehendaki" [QS Ibrahim : 7]
Lihat Juga :