Peristiwa Perusakan Hajar Aswad Hingga Pernah Hilang Selama 22 Tahun

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 05:10 WIB
Pada tanggal 10 Dzulhijjah 339 Hijriyah Hajar Aswad dikembalikan ke Masjidil Haram Makkah. Tahun itu disebut sebagai tahun yang berkah dan bertepatan dengan bulan Dzulhijjah yang dimuliakan Allah.

Peristiwa berikutnya pada Tahun 413 Hijriyah, Bani Fatimiyah pernah memerintahkah Hakim Al-Abidi untuk memukul Hajar Aswad dengan pedang. Pukulan itu sempat membuat Hajar Aswad pecah dan berjatuhan. Kemudian, Tahun 990 H, seorang laki-laki memukul Hajar Aswad dengan alat sejenis kapak, namun usaha itu berhasil digagalkan.

Kisah ini menunjukkan kepada kita kedengkian musuh-musuh Allah dan usaha mereka untuk menghancurkan syiar-syiar Allah, salah satunya dengan merusak dan menjarah Hajar Aswad.

Kemuliaan Hajar Aswad



Hajar Aswad menduduki tempat paling mulia di muka bumi ini. Terletak di pojok Ka'bah bagian Tenggara Ka'bah. Sudut ini dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim bersama putranya Ismail 'alaihimussalam.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ »

Artinya: "Hajar Aswad turun dari Surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam." (HR at- Tirmidzi 877)

Dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda mengenai Hajar Aswad : "Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari Kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!