Kisah Qabil dan Habil Tragedi Pembunuhan Pertama di Dunia, Ini Penyebabnya

Minggu, 13 Agustus 2023 - 22:47 WIB
Tidak terima dengan kenyatan bahwa kembaranya akan dinikahi oleh Habil, Qabil berniat membunuh adiknya sendiri. Sebenarnya Habil bisa saja melawan, apalagi Habil jelas-jelas berada di pihak yang benar. Namun atas nama saudara, lahir dari ibu dan ayah yang sama, Habil menyadari bahwa ribut sesama saudara tidak ada gunanya.

Sikap tidak mau ribut itu diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran hidup yang sangat berharga. Hidup damai dan harmonis dalam persaudaraan lebih diutamakan ketimbang ego untuk menang lawan saudara sendiri.

لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ


Artinya: "Sungguh kalau kamu (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku (Habil) untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam." (QS Al-Maidah ayat 28)

"Kemudian, hawa nafsunya (Qabil) mendorong dia untuk membunuh saudaranya. Maka, dia pun (benar-benar) membunuhnya sehingga dia termasuk orang-orang yang rugi. Kemudian, Allah mengirim seekor burung gagak untuk menggali tanah supaya Dia memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana cara mengubur mayat saudaranya. (Qabil) berkata, "Celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat mengubur mayat saudaraku?" Maka, jadilah dia termasuk orang-orang yang menyesal." (QS Al-Ma'idah Ayat 30-31)

Sebuah Hadis dari sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash, bahwa Rasululllah ﷺ pernah bersabda:

إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتْنَةٌ، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي

Artinya: "Akan tiba suatu saat nanti zaman yang penuh fitnah, orang yang duduk saat itu lebih baik daripada orang yang berdiri. Dan orang yang berdiri lebih baik dari pada orang yang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik dari pada orang yang berlari." (HR Ahmad)

قَالَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ دَخَلَ عَلَيَّ بَيْتِي فَبَسَطَ يَدَهُ إليَّ لِيَقْتُلَنِي

Lalu sahabat Saad bin Abi Waqqash bertanya: "Bagaimana jika ada orang yang masuk rumahku dan dia hendak membunuhku?" Maka Rasulullah menjawab:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!