Kisah Nabi Isa dari Kelahiran, Mukjizat dan Kebangkitannya

Sabtu, 02 September 2023 - 17:07 WIB
Nabi Isa diangkat menjadi nabi dan rasul Allah pada usia 30 tahun dengan tugas untuk berdakwah kepada Bani Israil di Palestina dan membenarkan kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa.

Nabi Isa tidak sendirian dalam berdakwah. Ia memiliki 12 sahabat setia yang disebut Hawariyyun (para pembantu). Mereka adalah orang-orang yang percaya kepada risalah Nabi Isa dan bersedia membantunya dalam menyebarkan agama Allah.

Namun, tidak semua Bani Israil mau menerima dakwah Nabi Isa. Sebagian besar dari mereka menolak, memusuhi dan mencoba membunuhnya.

Permusuhan antara Bani Israil dengan Nabi Isa yang semakin menjadi-jadi membuat Allah berkehendak untuk mengangkat Nabi Isa ke langit agar terhindar dari pembunuhan mereka.

Allah membuat salah seorang sahabat Nabi Isa yang bernama Yudas Iskariot (Judas Iscariot) diserupakan dengan wajah Nabi Isa sehingga ia ditangkap oleh tentara Romawi atas laporan para pemimpin agama Bani Israil.

Yudas Iskariot kemudian disalib oleh tentara Romawi sebagai hukuman atas tuduhan bahwa ia adalah Al-Masih (yang diklaim sebagai raja Bani Israil) yang memberontak terhadap pemerintahan Romawi.

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Surat An Nisa ayat 157-158. Allah SWT berfirman :

وَّقَوۡلِهِمۡ اِنَّا قَتَلۡنَا الۡمَسِيۡحَ عِيۡسَى ابۡنَ مَرۡيَمَ رَسُوۡلَ اللّٰهِ‌ ۚ وَمَا قَتَلُوۡهُ وَمَا صَلَبُوۡهُ وَلٰـكِنۡ شُبِّهَ لَهُمۡ‌ ؕ وَاِنَّ الَّذِيۡنَ اخۡتَلَـفُوۡا فِيۡهِ لَفِىۡ شَكٍّ مِّنۡهُ‌ ؕ مَا لَهُمۡ بِهٖ مِنۡ عِلۡمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ‌ ۚ وَمَا قَتَلُوۡهُ يَقِيۡنًا


Artinya : "Dan Kami hukum juga mereka karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam," yang mereka ejek dengan menamainya Rasul Allah padahal mereka tidak beriman kepadanya. Mereka mengatakan telah membunuhnya, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka orang yang dibunuh itu dengan Nabi Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya, yakni tentang Nabi Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang hal, yakni pembunuhan, itu. Mereka tidak mempunyai sedikit pun pengetahuan menyangkut hal itu, yakni tentang pembunuhan Nabi Isa, dan apa yang mereka katakan kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin." (QS. An Nisa : 157)

بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيۡهِ‌ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيۡزًا حَكِيۡمًا
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!