Tadabbur Al-Qur'an: Larangan Memanggil Orang Lain dengan Julukan Buruk Seperti Cebong Atau Kampret
Rabu, 06 September 2023 - 12:35 WIB
Islam melarang umatnya untuk saling mencela satu sama lain baik dengan ucapan, gelar yang buruk, perbuatan atau isyarat. Foto ilustrasi/dakwah al-haq
Tadabbur ayat kali ini mengulas tentang hukum memanggil orang lain dengan panggilan buruk dalam Surat Al-Hujurat Ayat 11. Islam sangat melarang umatnya untuk saling mencela satu sama lain baik dengan ucapan, gelar yang buruk, perbuatan atau isyarat.
Beberapa panggilan atau gelar buruk seperti "Hai fasik, hai kafir, hai zindiq, dan sebagainya." Begitu juga panggilan "cebong, kampret dan kadrun" adalah hal yang dilarang dalam Islam. Julukan ini telah menjadi tren di Indonesia, padahal Islam melarang umatnya memanggil orang lain dengan gelar yang buruk seperti nama-nama hewan.
Tak hanya itu, dalam Surat Al-Hujurat ayat 11 ini, Allah melarang kaum mukmin mengolok-olok kaum yang lain. Karena seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman.
Mari kita simak tadabbur Surat Al-Hujurat ayat 11 berikut, Allah berfirman:
Yaaa ayyuhal ladziina Aamanuu laa yaskhar qawmum min qawmin 'asaaa ayyakuunuu khairam minhum wa laa nisaaa'um min nisaaa-in 'Asaaa ayyakunna khairam minhunna wa laa talmizuuu bil alqoob, bi-sal ismul fusuuqu ba'dal iimaan, wa mallam yatub fa-ulaaa-ika Humuzh-zhoolimin.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS Al-Hujurat ayat 11)
Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kaum Mukminin supaya jangan mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi, mereka yang diolok-olokkan itu pada sisi Allah jauh lebih mulia dari mereka yang mengolok-olok. Allah melarang kaum mukminin saling mencela karena kaum Mukminin itu bersaudara.
Dalam Hadis dari an-Nu'man bin Basyir disebutkan: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih mengasihi dan sayang-menyayangi antara mereka seperti tubuh yang satu; bila salah satu anggota badannya sakit demam, maka badan yang lain merasa demam dan terganggu pula." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupamu dan harta kekayaanmu, akan tetapi Dia memandang kepada hatimu dan perbuatanmu." (HR Muslim)
Beberapa panggilan atau gelar buruk seperti "Hai fasik, hai kafir, hai zindiq, dan sebagainya." Begitu juga panggilan "cebong, kampret dan kadrun" adalah hal yang dilarang dalam Islam. Julukan ini telah menjadi tren di Indonesia, padahal Islam melarang umatnya memanggil orang lain dengan gelar yang buruk seperti nama-nama hewan.
Tak hanya itu, dalam Surat Al-Hujurat ayat 11 ini, Allah melarang kaum mukmin mengolok-olok kaum yang lain. Karena seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman.
Mari kita simak tadabbur Surat Al-Hujurat ayat 11 berikut, Allah berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ مِّنۡ قَوۡمٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنُوۡا خَيۡرًا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٌ مِّنۡ نِّسَآءٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُنَّ خَيۡرًا مِّنۡهُنَّۚ وَلَا تَلۡمِزُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُوۡا بِالۡاَلۡقَابِؕ بِئۡسَ الِاسۡمُ الۡفُسُوۡقُ بَعۡدَ الۡاِيۡمَانِ ۚ وَمَنۡ لَّمۡ يَتُبۡ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوۡنَ
Yaaa ayyuhal ladziina Aamanuu laa yaskhar qawmum min qawmin 'asaaa ayyakuunuu khairam minhum wa laa nisaaa'um min nisaaa-in 'Asaaa ayyakunna khairam minhunna wa laa talmizuuu bil alqoob, bi-sal ismul fusuuqu ba'dal iimaan, wa mallam yatub fa-ulaaa-ika Humuzh-zhoolimin.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS Al-Hujurat ayat 11)
Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kaum Mukminin supaya jangan mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi, mereka yang diolok-olokkan itu pada sisi Allah jauh lebih mulia dari mereka yang mengolok-olok. Allah melarang kaum mukminin saling mencela karena kaum Mukminin itu bersaudara.
Dalam Hadis dari an-Nu'man bin Basyir disebutkan: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih mengasihi dan sayang-menyayangi antara mereka seperti tubuh yang satu; bila salah satu anggota badannya sakit demam, maka badan yang lain merasa demam dan terganggu pula." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupamu dan harta kekayaanmu, akan tetapi Dia memandang kepada hatimu dan perbuatanmu." (HR Muslim)
Lihat Juga :