Asal Usul Penulisan Basmalah dan Keutamaannya

Selasa, 12 September 2023 - 22:26 WIB
Bahkan dalam satu riwayat disebutkan, setiap perkara baik yang tidak diawali dengan bismillah, maka akan terputus atau berkurang keberkahannya. Foto/ist
Bacaan Basmalah (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ) disebut juga Tasmiyyah yang artinya "dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Kalimat ini memiliki kandungan yang keutamaan yang sangat agung.

Bahkan dalam satu riwayat disebutkan, setiap perkara baik yang tidak diawali dengan 'bismillah', maka akan terputus atau berkurang keberkahannya. Itu sebabnya umat Islam diperintahka membaca 'Basmalah' setiap hendak makan dan minum, memakai pakaian, keluar rumah, ketika hendak tidur, menyembelih hewan. Bahkan ketika hendak berhubungan badan diperintahkan membaca "Basmalah".

Kalimat Basmalah ini juga ditulis 114 kali dalam Mushaf Al-Qur'an dan menjadi kalimat pembuka Surat Al-Fatihah. Hanya di Surat At-Taubah yang tidak diawali dengan Basmalah. Sebagai gantinya, kalimat ini diabadikan dalam Surat An-Naml ayat 30.

Asal Usul Kalimat Basmalah

Terdapat riwayat bahwa orang yang pertama kali menulis kalimat Basmalah adalah Nabi Sulaiman 'alaihissalam. Beliau menulis surat kepada Ratu Balqis dengan kalimat بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ dan disebut sebagai Kitabun Karim (surat yang mulia).

Kisahnya diabadikan Allah dalam Al-Qur'an :

اِنَّهٗ مِنۡ سُلَيۡمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِۙ

Artinya: "Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." (QS. An-Naml Ayat 30)

Dalam Hadis yang diriwayatkan Abu Dawud diceritakan, "Dahulu Rasulullah ﷺ menulis diawali dengan kalimat "Bismika Allahumma". Ketika turun ayat "Innahu min Sulaiman wa innahu Bismilllahirrahmanirrahim (Surat An-Naml Ayat 30), maka beliau pun mulai menulis dengan "Bismillahir Rahmanir Rahim." (HRAbuDawud)

Diriwayatkan pula dari Asy-Sya'bi, biasanya orang-orang Arab Jahiliyah mulai menulis (surat) dengan kalimat Bismikallahumma, maka Rasulullah memulai apa yang beliau tulis dengan "Bismikallahumma". Sampai turun ayat "Bismillahi majreha wa mursaha" (QS. Al-Hud: 41), maka beliau pun mulai menulis dengan "Bismillah". Kemudian turun ayat "Ud'ullaha awir rahman" (QS. Al-Isra': 110), maka beliau pun mulai menulis dengan "Bismillahir rahman.". Tapi ketika turun ayat (Surat An-Naml: 30), maka beliau mulai menulis dengan بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (Bismillaahirrahmaanirrahiim)." (HR Abdur Razaq, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Mundzir dan Ibnu Hakim)

Untu diketahui, Nabi Muhammad ﷺ adalah "Nabiyil Ummiyyi" artinya tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis. Beliau adalah Rasul yang menerima wahyu langsung dari Allah. Ketika menulis surat beliau memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya.

Keutamaan Basmalah

1. Perisai dari Gangguan Setan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!