6 Konsekuensi Bid'ah, Sufyan ats-Tsauri: Lebih Disukai Iblis daripada Maksiat

Rabu, 13 September 2023 - 09:15 WIB
Sungguh benar sabda Nabi SAW tatkala menyifatkan bidah sebagai perkara yang terjelek, karena konsekuansi bidah berat sekali, di antaranya:

1. Mendustakan kesempurnaan agama Islam, sehingga seakan-akan dia mengatakan bahwa agama Islam ini belum sempurna sehingga perlu ditambahi dengan bid‘ah tersebut.

2. Menuduh Nabi SAW dengan dua sifat yang sama-sama pahitnya yaitu dengan “khianat” karena beliau menyembunyikan syariat dan tidak menyampaikannya kepada umat, atau “jahil” karena Nabi SAW tidak mengetahui apa yang diketahui oleh pelaku bid‘ah tersebut.

Baca juga: Informasi Kiamat dalam Hadis tentang Dialog Rasulullah SAW dengan Jibril

3. Menjadikan tandingan bagi Allah dalam membuat syariat. (Lihat QS Asy-Syura [42]: 21.)

4. Menyebabkan perpecahan dan pertikaian di antara umat. (Lihat QS Al-An’am [6]: 153.)

5. Mematikan sunah Nabi SAW. Hassan bin Athiyyah berkata: “Tidaklah suatu kaum melakukan suatu kebidahan dalam agama mereka, kecuali Allah akan mencabut dari mereka sunah semisalnya, kemudian dia tidak kembali ke sunnah hingga hari kiamat.” (Dikeluarkan oleh Al-Lalika’i (no. 129), Ad-Darimi (no. 98) dengan sanad sahih)

6. Bidah lebih berbahaya daripada maksiat. Sufyan ats-Tsauri pernah berkata: “Bidah itu lebih disukai oleh Iblis daripada maksiat karena maksiat seorang bertobat darinya, sedangkan bidah seorang tidak bertobat darinya.” Dan masih banyak lagi bahaya bidah lainnya.

Baca juga: Makna Ihsan dalam Hadis tentang Dialog Rasulullah SAW dengan Jibril
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!