Yerusalem dalam Pandangan Tiga Agama dan Meletusnya Perang Salib

Senin, 09 Oktober 2023 - 23:43 WIB
Bagi umat Islam, Yerusalem adalah kota suci karena di tempat tersebut terdapat kawasan old city yang berada di atas Bukit Moriah. Di Old City ini ada dua masjid besar, yaitu Masjid Al-Aqsa dan Masjid Kubah Batu (Dome of the Rock). Masjid Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga setelah Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah, Arab Saudi. Di Masjid Al-Aqsa ini Nabi Muhammad ﷺ pernah mengimami sholat bersama para Nabi yang diutus Allah.

Pada masa awal Islam, Masjid Al-Aqsa menjadi kiblat umat Muslim dan bagi orang-orang Yahudi pun berkiblat ke sana. Karena masing-masing agama memiliki sejarah tersendiri di Kota Yerusalem, akhirnya konflik untuk menguasai Yerusalem tak terhindarkan.

Meletusnya Perang Salib

Salah satu konflik besar yang tercatat dalam sejarah yaitu meletusnya Perang Salib untuk merebut kota tua Yerusalem. Perang antaragama ini merupakan perang terlama yang pernah terjadi dalam sejarah.

Perang Salib berlangsung sejak Tahun 1096 sampai 1292 M, kurang lebih selama dua abad. Perang Salib dikenal sebagai perang berdarah memperebutkan Yerusalem. Serbuan Perang Salib yang dicetuskan oleh pihak Kristen Eropa terhadap umat Islam karena keinginan umat Kristen untuk menjadikan tempat sucinya yakni Gereja Makam Suci masuk ke dalam wilayah perlindungannya.

Istilah Perang Suci atau Perang Salib juga digunakan untuk ekspedisi-ekspedisi tentara Kristen yang terjadi selama abad pertengahan di wilayah Arab secara berulang-ulang, mulai abad ke 11 sampai abad 13 (1096-1292 M), dengan misi untuk membebaskan Yerusalem dari kekuasaan umat Islam dan mendirikan kerajaan Salib Kristen di wilayah Timur.

Disebut dengan Perang Salib karena para prajurit yang pergi menuju Yerusalem menggunakan simbol Salib di bahu, lencana dan panji-panji mereka. Simbol Salib merupakan lambang dari keyakinan umat Kristen (tanda kesucian atas nama Ketuhanan).

Dalam Perang Salib ini terdapat tokoh yang terkenal di kedua pihak, yaitu Shalahuddin Al-Ayyubi dari pihak muslim (memerintah 1169-1193 M) dan Richard I dari Inggris di pihak pasukan Salib. Raja Richard sering disebut Richard si Hati Singa atau Richard The Lion Heart (Raja Inggris) atau dikenal sebagai raja Eropa yang dianggap bisa menandingi Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi dalam Perang Salib tersebut.

Selain Richard, terdapat raja-raja lain yang memimpin pasukan Salib III yaitu Frederick Barbarossa (Kaisar Jerman), dan Philip Augustus (Raja Perancis). Tetapi dalam perjalanan Frederick Barbarossa tewas tenggelam di sungai di kawasan Armenia. Lalu disebabkan masalah kekuasaan Perancis, Philip Augustus kembali pulang bersama pasukannya dan hanya meninggalkan Richard menuju Yerussalem.

Pada Perang Salib III (Tahun 1189-1192 M), Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai panglima pasukan muslim menyatukan kekuatan umat Islam di bawah komandonya berhasil merebut Yerusalem dari kekuasaan Nasrani. Baitul Maqdis diserahkan oleh Balian of Ibelin dari pasukan Salib pada 10 Februari 1144 M.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!