Kisah Huyay bin Akhthab Bertahan Yahudi, Putrinya Diperistri Nabi Muhammad SAW

Kamis, 19 Oktober 2023 - 19:06 WIB
Namun saudaranya, Huyay bin Akhthab, menentangnya, padahal, Huyay inilah yang disegani kaumnya. Dia dikuasai setan, sehingga alih-alih mengindahkan seruan Abu Yasir, mereka malah mengikuti perkataan Huyay.

Muhammad bin Fariz al-Jamil mengatakan bagaimanapun juga, terlepas dari perbedaan berbagai riwayat mengenai orang Yahudi pertama yang mendatangi Rasulullah, apakah Abu Yasir bin Akhthab atau saudaranya, Huyay, isi perjumpaan itu dan akibat yang ditimbulkannya tidak berbeda: pada akhirnya mereka tidak mengakui kenabian beliau, mendustakan dan memusuhinya.

Menurut Muhammad bin Fariz al-Jamil, kesaksian Ummul Mukminin Shafiyah di atas tidak menjelaskan kepada kita apa yang terjadi antara sang Rasul dan ayah serta pamannya sehingga keduanya pulang dalam keadaan susah dan lesu.

Namun, kata Muhammad bin Fariz al-Jamil, selama mereka menghabiskan sehari penuh bersama Rasulullah, tidaklah mustahil terjadi perdebatan dan dialog yang membuat kedua Yahudi ini yakin akan kenabian Muhammad, yang karena itu mereka memusuhinya.

Baca juga: Kesaksian Shafiyah: Ini Mengapa sang Ayah yang Tokoh Yahudi Madinah Menolak Masuk Islam

Dalam riwayat lain yang dilaporkan Ibnu Ishaq, terdapat penjelasan yang mengungkap rahasia permusuhan ini serta menegaskan bahwa Huyay bin Akhthab dan saudaranya, Abu Yasir, adalah orang Yahudi yang paling iri kepada bangsa Arab. Karena, Allah mengistimewakan bangsa Arab dengan pengutusan Rasul-Nya. Mereka berdua pun berusaha sekuat tenaga untuk mencegah orang masuk Islam.

Firman Allah berikut berkaitan dengan dua tokoh Yahudi itu, “Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu” ( QS al-Baqarah (2) : 109).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas , bahwa ayat ini turun mengenai Huyay bin Akhthab dan saudaranya, Abu Yasir, karena kedengkian mereka terhadap orang-orang Arab yang diistimewakan Allah dengan kerasulan Muhammad.

Dari penjelasan di atas, kata Muhammad bin Fariz al-Jamil, jelaslah bahwa sikap Huyay dan Abu Yasir terhadap sang Nabi tidak benar dari segi motifnya. Maksudnya, mereka memperlihatkan pengingkaran atas Muhammad sebagai nabi utusan Allah, tetapi dalam lubuk hati mereka mengakui hal sebaliknya.

Kedengkian lantaran dia merupakan orang Arablah yang mendorong keduanya mengabaikan rasio dan logika. Akibatnya, kaum mereka terhalang dari membenarkan kenabian beliau dan mengikuti ajarannya.

Baca juga: Menelisik Yahudi di Madinah, Keturunan Arab Atau Ibrani?

Bani Qainuga

Kemudian ketika Rasulullah berpindah dari Quba' ke Yatsrib, Yahudi pertama yang masuk Islam dari Bani Qainuga adalah rabi dan orang paling berilmu di antara mereka, al-Hushain bin Salam bin al-Harits.

Setelah masuk Islam, dia diberi nama baru oleh beliau: Abdullah. Bersama dia, masuk Islam juga seluruh keluarga dan bibinya, Khalidah binti al-Harits.

Abdullah bin Salam pun menelanjangi kaum Yahudi, dengan mengungkapkan berbagai penyimpangan mereka dalam perdebatan di hadapan Rasulullah.

Kepada mantan kaumnya ini, dia berkata, “Wahai orang-orang Yahudi, takutlah kalian kepada Allah dan terimalah apa yang diutus-Nya kepada kalian. Sesungguhnya, kalian mengetahui dia adalah utusan Allah. Kalian juga mendapati dia tertulis dalam Taurat dengan nama dan sifat-sifatnya.”

Sungguh aku bersaksi bahwa dia adalah utusan Allah, aku beriman kepadanya, serta aku membenarkan dan mengakuinya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!