Tadabbur An-Nur Ayat 22: Perintah Membantu Kerabat dan Asbabun Nuzulnya
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 13:21 WIB
3. Karenanya sejarah Islam tidak hanya dipenuhi oleh satu karakter dari tokoh-tokohnya, namun juga banyak warna karakter yang distimulasi oleh keadaan. Beginilah seharusnya umat Islam bersikap, ada saatnya diam dan ada saatnya bergerak. Tidak semua keadaan harus disikapi sama.
4. Balasan atas kejahatan yang dilakukan orang lain jika kita yang membalasnya bisa berlebihan dan bisa tidak pas, karenanya serahkan saja balasan kejahatan kepada Allah yang Meha Kuat dan Membalas.
5. "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada." Inilah sikap yang diminta Allah kepada Abu Bakar dan yang semisalnya. Memaafkan dan berlapang dada, tidak perlu hukuman atas mereka, seakan tidak terjadi apa-apa. Ini merupakan sikap yang mulia dan lebih mendatangkan maaf dan ampuan dari Allah. Jadi sikap inilah yang dipilih oleh Abua Bakar, bukan saja memaafkan akan tetapi melanjutkan bantuannya kepada keluarga Misthah. Perhatikan suarat An-Nahl ayat 126. "Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar."
6. "Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." Sikap demikian berarti meneladani sifat Allah yang memaafkan hamba-Nya yang ingin bertaubat sungguh-sungguh dan tetap memberikan rezeki kepada yang durhaka, maksiat bahkan kafir terhadap-Nya. Berbuat baik kepada orang yang baik kepada kita adalah biasa. Tapi tetap berbuat baik kepada orang yang tidak baik kepada kita inilah amalan istimewa.
7. Tidak sedikit dari kaum beriman kala itu yang sadar dan bertaubat dari sekedar membicarakan, menyebarkan bahkan ada yang meyakini kebenaran isu tersebut. Untungya berkat karunia dan rahmat Allah, kesaalahan itu tidak menghapus kebaikan, namun sebaliknya, kebaikanlah yang bisa menghapus kesalahan. "....Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (QS Hud ayat 114)
(Bersambung)!
Baca Juga: Tadabbur Surat An-Nur Ayat 21: Jangan Ikuti Langkah-langkah Setan!
4. Balasan atas kejahatan yang dilakukan orang lain jika kita yang membalasnya bisa berlebihan dan bisa tidak pas, karenanya serahkan saja balasan kejahatan kepada Allah yang Meha Kuat dan Membalas.
5. "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada." Inilah sikap yang diminta Allah kepada Abu Bakar dan yang semisalnya. Memaafkan dan berlapang dada, tidak perlu hukuman atas mereka, seakan tidak terjadi apa-apa. Ini merupakan sikap yang mulia dan lebih mendatangkan maaf dan ampuan dari Allah. Jadi sikap inilah yang dipilih oleh Abua Bakar, bukan saja memaafkan akan tetapi melanjutkan bantuannya kepada keluarga Misthah. Perhatikan suarat An-Nahl ayat 126. "Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar."
6. "Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." Sikap demikian berarti meneladani sifat Allah yang memaafkan hamba-Nya yang ingin bertaubat sungguh-sungguh dan tetap memberikan rezeki kepada yang durhaka, maksiat bahkan kafir terhadap-Nya. Berbuat baik kepada orang yang baik kepada kita adalah biasa. Tapi tetap berbuat baik kepada orang yang tidak baik kepada kita inilah amalan istimewa.
7. Tidak sedikit dari kaum beriman kala itu yang sadar dan bertaubat dari sekedar membicarakan, menyebarkan bahkan ada yang meyakini kebenaran isu tersebut. Untungya berkat karunia dan rahmat Allah, kesaalahan itu tidak menghapus kebaikan, namun sebaliknya, kebaikanlah yang bisa menghapus kesalahan. "....Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (QS Hud ayat 114)
(Bersambung)!
Baca Juga: Tadabbur Surat An-Nur Ayat 21: Jangan Ikuti Langkah-langkah Setan!
(rhs)
Lihat Juga :