Fitnah Akhir Zaman Makin Nyata, Siapkan Ilmu hingga Tingkatkan Keimanan

Senin, 30 Oktober 2023 - 10:23 WIB
Kita sudah berada di akhir zaman, yang akan memunculkan beragam fitnah, saat ini fitnah akhir zaman ini telah berada di sekitar kita dan dihadapkan kepada fitnah dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri, dari berbagai unsur kehidupan. Foto ilu
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengisyaratkan tentang keadaan di akhir zaman dalam sabdanya, “Bagaimana sikap kalian apabila fitnah telah mengelilingi kalian?”

Tentang hadis ini, Ustaz Abu Qotadah, pendiri Pondok Pesantren Ma’had Ihya As Sunnah menjelaskan, fitnah telah berada di sekitar kita dan kita telah diliputi oleh fitnah, kita telah dihadapkan kepada fitnah dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri, dari berbagai unsur kehidupan, fitnah berada di tengah-tengah.

Dan fitnah akhir zaman itupun berkepanjangan, lama, berkesinambungan dan semakin dahsyat dari satu waktu ke waktu yang lainnya. Sampai disebutkan di dalam hadis:

يَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ وَ يَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ


“Anak-anak kecil menjadi dewasa dan orang yang tua menjadi pikun.” “Yaitu apabila kebanyakan dari umat ini telah meninggalkan sunnah.” Lalu para sahabat bertanya: “Kapan akan terjadi hal itu Wahai Abu Abdurrahman?” Maka beliau menjawab: “Apabila telah pergi para ulamanya.” Artinya banyak yang meninggal dunia dari kalangan ulama, banyak orang-orang yang wafat dari kalangan para ulama. “Dan semakin banyak orang-orang yang bodohnya. Semakin banyak ahli qira’ah, tapi semakin sedikit yang faqih kepada makna-makna ayat Al-Qur’an.”

Lantas bagaimana kita harus menghadapi ujian dan fitnah akhir zaman ini? Dai yang rutin mengisi kajian dakwah sunnah ini menjelaskan sebagai berikut:

1. Mencari ilmu

Semua problem berkaitan dengan fitnah, jalannya ilmu Hiruk-pikuk fitnah dunia hari ini, maka mesti setiap mukmin menjadikan bagian dari hidupnya adalah untuk mencari ilmu. Karena ilmu adalah bagian terpenting dalam hidup kita.

2. Menyiapkan kehidupan masa depan (setelah kematian)

Kehidupan setelah kematian kita adalah masa depan yang paling depan. Jika para ibu dan para bapak berbicara tentang masa depan, maka inilah masa depan yang sesungguhnya. Oleh sebab itu Al-Qur’an mengajarkan kisah seorang Nabi yang mengajarkan masa depan kepada anaknya, yaitu Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam. Ketika beliau sedang dalam keadaan dekat kepada kematian, sedang sakaratul mau, maka mengumpulkan semua anaknya.

Allah berfirman:

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَـٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!