Misi Besar Zionis Mendirikan Negara Israel Ingin Kuasai Dunia dari Bumi Palestina
Rabu, 01 November 2023 - 06:35 WIB
Gerakan Zionisme yang mendirikan negara Israel di wilayah Palestina dicetuskan pertama kali oleh Theodor Herzl (1860-1904), seorang jurnalis keturunan Yahudi Austria. Foto ilustrasi/RHS
Apa sebenarnya misi Zionis mendirikan negara Israel di wilayah Palestina? Mengapa Israel terus menerus menyerang Palestina ? Ternyata Zionis Israel punya misi besar ingin menguasai dunia dari bumi Palestina.
Zionis mendirikan negara Israel untuk mengembalikan Kuil Sulaiman yang menurut keyakinan mereka merupakan lambang puncak kejayaan Kerajaan Yahudi di Tanah Palestina (sekitar 975- 935 SM). Upaya pertama yang harus dilakukan adalah menduduki Al-Aqsha (Baitul Maqdis) dan menyingkirkan Palestina.
Dalam "Sejarah Zionisme dan Berdirinya Negara Israel" karya Andi Satrianingsih (Muhammadiyah University of Makassar) dan Zaenal Abidin (Alauddin State Islamic University Makassar) dijelaskan asal-usul lahirnya Zionisme dan berdirinya negara Israel di wilayah Palestina.
Untuk diketahui, konflik Palestina-Israel merupakan konflik paling lama yang terjadi di wilayah Timur Tengah selain Perang Salib. Konflik keduanya telah berlangsung lebih dari setengah abad melibatkan banyak negara Arab dan negara Barat.
Dalam perspektif dunia Islam, konflik Palestina-Israel bukan hanya konflik antar dua negara atau beberapa negara yang terlibat, tetapi menjadi sensitif ketika dianggap sebagai perang antar peradaban atau antar ideologi agama, yaitu Zionisme-Yahudi versus Islam.
Sejarah Terbentuknya Zionisme
Mari kita buka sejara lahirnya Zionisme ini. Istilah Zionisme berasal dari akar kata Zion atau Sion yang pada masa awal sejarah Yahudi merupakan sinonim dari perkataan Yerussalem. Zion adalah pengucapan dalam bahasa Inggris, sedangkan dalam bahasa Latin disebut Sion, dalam bahasa Ibraninya adalah Tsyon. Arti dari istilah ini adalah "bukit" yaitu Bukit Suci Yerussalem yang juga simbol dari konsep Teokrasi Yahudi. Zion atau Sion juga diartikan "bukit yang tinggi", tempat berdirinya bukit suci yang didirikan Nabi Sulaiman (Solomon). Zion juga sebagai julukan bagi kota Yerussalem sebagai kota rahasia atau tempat tinggal Yahweh.
Bukit Zion ini menempati kedudukan penting dalam agama Yahudi, karena menurut kitab mereka, "Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki Tanah yang Dijanjikan. Dan Al-Masih akan memerintah dari atas puncak Bukit Zion."
Munculnya kata Zion pertama kali di Kitab Perjanjian Lama ketika Raja Daud mendirikan kerajaannya Tahun 1000-969 SM. Perkataan Zion dalam Kitab Perjanjian Lama disebutkan 152 kali. Semuanya menunjuk pada Kota Yerussalem. Lebih dari separuhnya dalam 2 kitab, yaitu Isaiyah 46 kali dan dalam Mazmur 38 kali. Lainnya tersebar dalam berbagai kitab. Zion di kemudian hari diidentikkan dengan kota suci Yerusalem itu sendiri.
Sebelumnya, istilah Zionisme pernah digunakan untuk menyebutkan komunitas Yahudi penganut Yudaisme yang mengharapkan datangnya seorang Mesias (juru selamat), yang akan membawa mereka pada kerajaan Tuhan yang akan dipusatkan di tempat terjadinya kisah-kisah yang dialami Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
Zionis mendirikan negara Israel untuk mengembalikan Kuil Sulaiman yang menurut keyakinan mereka merupakan lambang puncak kejayaan Kerajaan Yahudi di Tanah Palestina (sekitar 975- 935 SM). Upaya pertama yang harus dilakukan adalah menduduki Al-Aqsha (Baitul Maqdis) dan menyingkirkan Palestina.
Dalam "Sejarah Zionisme dan Berdirinya Negara Israel" karya Andi Satrianingsih (Muhammadiyah University of Makassar) dan Zaenal Abidin (Alauddin State Islamic University Makassar) dijelaskan asal-usul lahirnya Zionisme dan berdirinya negara Israel di wilayah Palestina.
Untuk diketahui, konflik Palestina-Israel merupakan konflik paling lama yang terjadi di wilayah Timur Tengah selain Perang Salib. Konflik keduanya telah berlangsung lebih dari setengah abad melibatkan banyak negara Arab dan negara Barat.
Dalam perspektif dunia Islam, konflik Palestina-Israel bukan hanya konflik antar dua negara atau beberapa negara yang terlibat, tetapi menjadi sensitif ketika dianggap sebagai perang antar peradaban atau antar ideologi agama, yaitu Zionisme-Yahudi versus Islam.
Sejarah Terbentuknya Zionisme
Mari kita buka sejara lahirnya Zionisme ini. Istilah Zionisme berasal dari akar kata Zion atau Sion yang pada masa awal sejarah Yahudi merupakan sinonim dari perkataan Yerussalem. Zion adalah pengucapan dalam bahasa Inggris, sedangkan dalam bahasa Latin disebut Sion, dalam bahasa Ibraninya adalah Tsyon. Arti dari istilah ini adalah "bukit" yaitu Bukit Suci Yerussalem yang juga simbol dari konsep Teokrasi Yahudi. Zion atau Sion juga diartikan "bukit yang tinggi", tempat berdirinya bukit suci yang didirikan Nabi Sulaiman (Solomon). Zion juga sebagai julukan bagi kota Yerussalem sebagai kota rahasia atau tempat tinggal Yahweh.
Bukit Zion ini menempati kedudukan penting dalam agama Yahudi, karena menurut kitab mereka, "Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki Tanah yang Dijanjikan. Dan Al-Masih akan memerintah dari atas puncak Bukit Zion."
Munculnya kata Zion pertama kali di Kitab Perjanjian Lama ketika Raja Daud mendirikan kerajaannya Tahun 1000-969 SM. Perkataan Zion dalam Kitab Perjanjian Lama disebutkan 152 kali. Semuanya menunjuk pada Kota Yerussalem. Lebih dari separuhnya dalam 2 kitab, yaitu Isaiyah 46 kali dan dalam Mazmur 38 kali. Lainnya tersebar dalam berbagai kitab. Zion di kemudian hari diidentikkan dengan kota suci Yerusalem itu sendiri.
Sebelumnya, istilah Zionisme pernah digunakan untuk menyebutkan komunitas Yahudi penganut Yudaisme yang mengharapkan datangnya seorang Mesias (juru selamat), yang akan membawa mereka pada kerajaan Tuhan yang akan dipusatkan di tempat terjadinya kisah-kisah yang dialami Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
Lihat Juga :