Pengin Tahu Siapa Hamas? Ini Cerita Ustaz Salim A Fillah

Rabu, 08 November 2023 - 20:19 WIB
Ustaz Salim A Fillah (dua drai kanan) dan rombongan dari Indonesia berfoto bersama Perdana Menteri Ismail Haniya di kantornya, Desember 2012 lalu. Foto/IG salimafillah
Desember 2012, Ustaz Salim A Fillah berkesempatan mengunjungi Gaza yang kala itu belum dihujani rudal-rudal Zionis Israel. Ustaz Salim dan rombongan dijamu hangat oleh pemimpin Hamas Ismail Haniya yang kala itu menjabat Perdana Menteri Palestina.

Berikut cerita Ustaz Salim tentang Hamas dan pertemuannya dengan mantan PM Palestina Ismail Haniya di kanal IG, Rabu 8 November 2023. Ustaz Salim juga menposting foto-foto kenangannya di Gaza. Ismail Haniya adalah seorang pemimpin politik senior Hamas dan menjabat Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina. Beliau mengundurkan diri dari jabatannya pada 2014.

"Setelah mempelajari banyak kajian tentang Hamas sebagai pemenang Pemilu Palestina 2006 yang jujur dan adil namun tak diakui Barat, kami mendapat amanah mengantar titipan cinta Indonesia untuk rakyat Palestina," kata Ustaz Salim A Fillah.



Ustaz Salim ketika berada di lepas pantai Gazz di mana nelayan yang berani melaut melebihi garis batas akan ditembak oleh AL Israel.

Persis yang dikatakan Prof Norman Finkelstein, Yahudi Amerika penyintas Holocaust yang selalu menyatakan, "Jangan atas nama penderitaan kami ada yang membenarkan kekejaman Israel."

Ustaz Salim menceritakan, Hamas dicintai rakyat Palestina, memiliki layanan sosial yang sangat dirasakan rakyat, bersih, dan tidak korup. Saat itu, Partai Fatah pimpinan Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas kalah dalam Pemilu karena isu korupsi.

Tapi dunia tak mau objektif melihat betapa hati rakyat Palestina bersama Hamas dan gerakan perlawanan terhadap penjajahan. Kemenangan itu diberangus dan Hamas diisolasi bersama rakyat Gaza.

Hamas bahkan mengalah demi rakyat. Pada 2014, Perdana Menteri yang sah dari Hamas, Ismail Haniya mengundurkan diri. Beliau menyerahkan mandat kepada Pemerintahan Bersatu yang dipegang profesional dan Partai Fatah. Tapi, blokade kepada Gaza makin tak manusiawi, maka perjuangan harus selalu dinyalakan lagi.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!