Mengapa Muslim Salat 5 Kali Sehari? Ini Penjelasan Syaikh Imran Hosein
Rabu, 22 November 2023 - 21:10 WIB
Salat 5 kali sehari merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang dengannya Allah menghapuskan dosa-dosa hamba-Nya. Foto/ist
Salat 5 waktu merupakan kewajiban setiap muslim dan menjadi rukun Islam kedua setelah membaca Syahadat. Mengapa Muslim salat 5 kali sehari ? Mari kita simak penjelasan Syaikh Imran Nazar Hosein berikut.
Ulama asal Trinidad dan Tobago itu menceritakan dalam bukunya "Tanda-tanda Hari Akhir pada Zaman Modern", ada banyak orang di Karibia yang memilih menjadi Muslim dengan mengikrarkan Syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya. Mereka diajarkan pertama-tama untuk sholat 5 kali sehari.
Dalam Al-Qur'an memang terdapat dalil yang mewajibkan umat muslim mengerjakan sholat 5 waktu sehari. Yaitu, sebelum terbit matahari yakni sholat Subuh. Sebelum terbenam matahari yaitu sholat Zuhur dan Ashar, dan pada waktu malam yaitu Maghrib dan Isya.
Perintah salat 5 waktu ini diterima oleh Nabi Muhammad ﷺ langsung dari Allah. Ketika Nabi berusia 40 tahun, Malaikat Jibril muncul untuk memberi tahu bahwa beliau adalah seorang Nabi utusan Allah untuk seluruh manusia. Setelah kunjungan pertama itu, Malaikat Jibril datang dan mengajari Nabi cara berwudhu sebelum salat, yaitu membasuh tangan, mulut, hidung dan seluruh wajah, lalu membasuh tangan sampai siku, lalu mengusapkan tangan yang basah ke kepala, dan terakhir membasuh kaki.
Jibril juga mengajarinya cara berdiri tanpa alas kaki dalam salat, ruku' dan sujud di hadapan Tuhan. Sekitar 11 tahun kemudian, Nabi dipanggil dalam mukjizat perjalanan surgawi pada malam hari dari Makkah ke Yerusalem (Baitul Maqdis) dan kemudian menuju kehadirat Allah.
Beliau kemudian menerima kewajiban salat lima waktu secara langsung dari Allah Ta'ala. Beliau kembali untuk mengumumkan kepada semua orang yang beriman kepada Allah bahwa ibadah (lima kali sehari) salat adalah kendaraan yang melaluinya, mereka juga dapat melakukan perjalanan kehadirat ilahi.
Malaikat Jibril kemudian datang kepada Nabi untuk mengimami salat lima waktu. Ssekali pada pagi hari (setelah fajar tetapi sebelum matahari terbit). Sekali pada siang hari (setelah matahari melintasi puncak tetapi sebelum sore hari). Sekali pada sore hari (tetapi sebelum terbenamnya matahari). Sekali setelah matahari terbenam, dan terakhir pada malam hari (setelah cahaya senja berakhir).
Pada setiap kesempatan Malaikat Jibril memimpin salat pada waktu seawal mungkin. Dia kemudian kembali keesokan harinya dan kembali memimpin Nabi dalam salat lima waktu yang sama. Tetapi kali ini dia memilih waktu paling akhir untuk setiap shalat. Dia kemudian mengumumkan bahwa ini adalah lima waktu salat wajib. Dan setiap salat harus dilakukan dalam jangka waktu yang baru saja ditetapkan.
Selain salat wajib ini, tentu saja ada salat sunnah. Tetapi yang paling baik dilakukan pada dini hari sebelum fajar. Siapa yang tidak melakukan salat lima waktu setiap hari akan dihukumi kafir karena salat lima waktu merupakan kewajiban bagi orang muslim.
Ketika Nabi Isa 'alaihissalam kembali ke dunia, dia pun akan salat kepada Allah lima kali sehari dengan cara yang sama sebagaimana diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad ﷺ. Dalam setiap salat, mereka melafalkan Al-Qur'an Surat pembuka (Al-Fatihah) di mana mereka meminta untuk dibimbing di jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
Ulama asal Trinidad dan Tobago itu menceritakan dalam bukunya "Tanda-tanda Hari Akhir pada Zaman Modern", ada banyak orang di Karibia yang memilih menjadi Muslim dengan mengikrarkan Syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya. Mereka diajarkan pertama-tama untuk sholat 5 kali sehari.
Dalam Al-Qur'an memang terdapat dalil yang mewajibkan umat muslim mengerjakan sholat 5 waktu sehari. Yaitu, sebelum terbit matahari yakni sholat Subuh. Sebelum terbenam matahari yaitu sholat Zuhur dan Ashar, dan pada waktu malam yaitu Maghrib dan Isya.
Perintah salat 5 waktu ini diterima oleh Nabi Muhammad ﷺ langsung dari Allah. Ketika Nabi berusia 40 tahun, Malaikat Jibril muncul untuk memberi tahu bahwa beliau adalah seorang Nabi utusan Allah untuk seluruh manusia. Setelah kunjungan pertama itu, Malaikat Jibril datang dan mengajari Nabi cara berwudhu sebelum salat, yaitu membasuh tangan, mulut, hidung dan seluruh wajah, lalu membasuh tangan sampai siku, lalu mengusapkan tangan yang basah ke kepala, dan terakhir membasuh kaki.
Jibril juga mengajarinya cara berdiri tanpa alas kaki dalam salat, ruku' dan sujud di hadapan Tuhan. Sekitar 11 tahun kemudian, Nabi dipanggil dalam mukjizat perjalanan surgawi pada malam hari dari Makkah ke Yerusalem (Baitul Maqdis) dan kemudian menuju kehadirat Allah.
Beliau kemudian menerima kewajiban salat lima waktu secara langsung dari Allah Ta'ala. Beliau kembali untuk mengumumkan kepada semua orang yang beriman kepada Allah bahwa ibadah (lima kali sehari) salat adalah kendaraan yang melaluinya, mereka juga dapat melakukan perjalanan kehadirat ilahi.
Malaikat Jibril kemudian datang kepada Nabi untuk mengimami salat lima waktu. Ssekali pada pagi hari (setelah fajar tetapi sebelum matahari terbit). Sekali pada siang hari (setelah matahari melintasi puncak tetapi sebelum sore hari). Sekali pada sore hari (tetapi sebelum terbenamnya matahari). Sekali setelah matahari terbenam, dan terakhir pada malam hari (setelah cahaya senja berakhir).
Pada setiap kesempatan Malaikat Jibril memimpin salat pada waktu seawal mungkin. Dia kemudian kembali keesokan harinya dan kembali memimpin Nabi dalam salat lima waktu yang sama. Tetapi kali ini dia memilih waktu paling akhir untuk setiap shalat. Dia kemudian mengumumkan bahwa ini adalah lima waktu salat wajib. Dan setiap salat harus dilakukan dalam jangka waktu yang baru saja ditetapkan.
Selain salat wajib ini, tentu saja ada salat sunnah. Tetapi yang paling baik dilakukan pada dini hari sebelum fajar. Siapa yang tidak melakukan salat lima waktu setiap hari akan dihukumi kafir karena salat lima waktu merupakan kewajiban bagi orang muslim.
Ketika Nabi Isa 'alaihissalam kembali ke dunia, dia pun akan salat kepada Allah lima kali sehari dengan cara yang sama sebagaimana diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad ﷺ. Dalam setiap salat, mereka melafalkan Al-Qur'an Surat pembuka (Al-Fatihah) di mana mereka meminta untuk dibimbing di jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
Lihat Juga :