Profil dan Biografi Amr bin Ash, Sahabat Nabi yang Sukses Menaklukkan Mesir
Rabu, 06 Desember 2023 - 17:25 WIB
Di masa keislamannya, Rasulullah dekat kepadanya dan mendidiknya dengan pendidikan tauhid yang murni. Rasulullah tahu Amr adalah orang yang istimewa, terkenal dengan keberanian dan bakat-bakat lainnya.
Menaklukkan Mesir
Setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, Amr bin Ash tetap setia kepada para khalifah yang menggantikannya. Ia berperan aktif dalam penaklukan-penaklukan Muslim di luar Jazirah Arab, terutama di Mesir.
Amr bin Ash adalah orang yang pertama kali mengusulkan untuk menaklukkan Mesir kepada Khalifah Abu Bakar, tetapi ditolak karena saat itu kaum Muslim sedang sibuk menghadapi pemberontakan-pemberontakan di Jazirah Arab. Kemudian, ia mengajukan usul yang sama kepada Khalifah Umar, tetapi juga ditolak karena Umar khawatir akan keselamatan pasukan Muslim yang harus melintasi padang pasir yang luas dan berbahaya.
Namun, Amr bin Ash tidak menyerah. Ia terus meyakinkan Umar bahwa Mesir adalah negeri yang kaya dan subur, yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kaum Muslim. Ia juga menunjukkan bahwa kekaisaran Bizantium, yang menguasai Mesir saat itu, sedang lemah dan bermasalah.
Akhirnya, Umar setuju untuk memberikan izin kepada Amr bin Ash untuk menaklukan Mesir, tetapi dengan syarat bahwa ia hanya boleh membawa 4.000 pasukan dan tidak boleh memaksa penduduk Mesir untuk masuk Islam.
Pada akhir 639 M, Amr bin Ash memimpin pasukan Muslim yang terdiri dari 4.000 orang, termasuk beberapa sahabat Nabi Muhammad ﷺ seperti Zubair bin al-Awwam, Mikdad bin al-Aswad, dan Ubaidah bin al-Jarrah, untuk menaklukan Mesir.
Ia memulai penaklukannya dari arah timur, yaitu dari Sinai, kemudian menuju ke barat, yaitu ke Delta Nil. Dalam perjalanannya, ia berhasil mengalahkan pasukan Bizantium yang dipimpin oleh Theodore, gubernur Mesir, dalam Pertempuran Heliopolis pada tahun 640 M. Ia juga berhasil merebut kota-kota penting seperti Bilbeis, Babilon, dan Memphis.
Pada 641 M, Amr bin Ash menghadapi tantangan terbesar dalam penaklukannya, yaitu mengepung Kota Aleksandria, ibu kota dan benteng terkuat Bizantium di Mesir. Kota ini dikenal sebagai kota yang megah dan indah, yang memiliki banyak bangunan, perpustakaan, dan universitas yang terkenal.
Kota ini juga dikelilingi oleh tembok yang tinggi dan kokoh, yang dilengkapi dengan menara-menara dan gerbang-gerbang yang kuat. Kota ini juga memiliki pelabuhan yang besar dan strategis, yang dapat menerima bantuan dari laut.
Amr bin Ash mengepung Aleksandria selama 14 bulan, dengan menggunakan berbagai taktik dan siasat. Ia juga memanfaatkan perselisihan dan perpecahan di antara penduduk kota, terutama antara orang-orang Bizantium dan orang-orang Koptik, yang merupakan penduduk asli Mesir yang beragama Kristen.
Ia juga menjalin hubungan baik dengan orang-orang Koptik, yang merasa tertindas dan diperlakukan tidak adil oleh orang-orang Bizantium. Amr bin Ash menjanjikan kepada mereka perlindungan, kebebasan beragama, dan pengurangan pajak jika mereka bersedia bekerja sama dengan kaum Muslim.
Menaklukkan Mesir
Setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, Amr bin Ash tetap setia kepada para khalifah yang menggantikannya. Ia berperan aktif dalam penaklukan-penaklukan Muslim di luar Jazirah Arab, terutama di Mesir.
Amr bin Ash adalah orang yang pertama kali mengusulkan untuk menaklukkan Mesir kepada Khalifah Abu Bakar, tetapi ditolak karena saat itu kaum Muslim sedang sibuk menghadapi pemberontakan-pemberontakan di Jazirah Arab. Kemudian, ia mengajukan usul yang sama kepada Khalifah Umar, tetapi juga ditolak karena Umar khawatir akan keselamatan pasukan Muslim yang harus melintasi padang pasir yang luas dan berbahaya.
Namun, Amr bin Ash tidak menyerah. Ia terus meyakinkan Umar bahwa Mesir adalah negeri yang kaya dan subur, yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kaum Muslim. Ia juga menunjukkan bahwa kekaisaran Bizantium, yang menguasai Mesir saat itu, sedang lemah dan bermasalah.
Akhirnya, Umar setuju untuk memberikan izin kepada Amr bin Ash untuk menaklukan Mesir, tetapi dengan syarat bahwa ia hanya boleh membawa 4.000 pasukan dan tidak boleh memaksa penduduk Mesir untuk masuk Islam.
Pada akhir 639 M, Amr bin Ash memimpin pasukan Muslim yang terdiri dari 4.000 orang, termasuk beberapa sahabat Nabi Muhammad ﷺ seperti Zubair bin al-Awwam, Mikdad bin al-Aswad, dan Ubaidah bin al-Jarrah, untuk menaklukan Mesir.
Ia memulai penaklukannya dari arah timur, yaitu dari Sinai, kemudian menuju ke barat, yaitu ke Delta Nil. Dalam perjalanannya, ia berhasil mengalahkan pasukan Bizantium yang dipimpin oleh Theodore, gubernur Mesir, dalam Pertempuran Heliopolis pada tahun 640 M. Ia juga berhasil merebut kota-kota penting seperti Bilbeis, Babilon, dan Memphis.
Pada 641 M, Amr bin Ash menghadapi tantangan terbesar dalam penaklukannya, yaitu mengepung Kota Aleksandria, ibu kota dan benteng terkuat Bizantium di Mesir. Kota ini dikenal sebagai kota yang megah dan indah, yang memiliki banyak bangunan, perpustakaan, dan universitas yang terkenal.
Kota ini juga dikelilingi oleh tembok yang tinggi dan kokoh, yang dilengkapi dengan menara-menara dan gerbang-gerbang yang kuat. Kota ini juga memiliki pelabuhan yang besar dan strategis, yang dapat menerima bantuan dari laut.
Amr bin Ash mengepung Aleksandria selama 14 bulan, dengan menggunakan berbagai taktik dan siasat. Ia juga memanfaatkan perselisihan dan perpecahan di antara penduduk kota, terutama antara orang-orang Bizantium dan orang-orang Koptik, yang merupakan penduduk asli Mesir yang beragama Kristen.
Ia juga menjalin hubungan baik dengan orang-orang Koptik, yang merasa tertindas dan diperlakukan tidak adil oleh orang-orang Bizantium. Amr bin Ash menjanjikan kepada mereka perlindungan, kebebasan beragama, dan pengurangan pajak jika mereka bersedia bekerja sama dengan kaum Muslim.
Lihat Juga :