Perintah Tegas Menjaga Amanah dalam Surat Al Mukminun Ayat 8
Rabu, 10 Januari 2024 - 09:51 WIB
Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam bersabda,
“Tanda orang munafik itu tiga: apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji mengingkari, dan jika dipercaya mengkhianati.”(HR Bukhari dan Muslim)
Untuk itu, menunaikan amanah merupakan perkara wajib. Apabila seseorang telah mendapat suatu amanah, maka ia wajib untuk melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan mempekerjakannya.” Lalu ditanyakanlah pada beliau,“Bagaimanakah Allah mempekerjakannya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,“Dia akan memberinya taufik untuk beramal saleh sebelum dijemput kematian.”(HR at Tirmidzi dan Ahmad)
Dari sini dapat dikatakan bahwa amanah yang diberikan merupakan bagian dari kebaikan yang Allah subhanahu wata’ala kehendaki untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya. Terlebih jika amanah tersebut jelas-jelas merupakan amal saleh yang Allah ridhai dan banyak memberikan manfaat kepada orang lain.
Baca juga: Tanda Akhir Zaman, Sifat Amanah Akan Hilang Sedikit Demi Sedikit
Wallahu A'lam
آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda orang munafik itu tiga: apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji mengingkari, dan jika dipercaya mengkhianati.”(HR Bukhari dan Muslim)
Untuk itu, menunaikan amanah merupakan perkara wajib. Apabila seseorang telah mendapat suatu amanah, maka ia wajib untuk melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.
Sifat Mukmin Sejati
Meskipun menunaikan amanah itu berat, akan tetapi mengerjakannya dengan sebaik-baiknya merupakan amal saleh dan sifat orang-orang mukmin sejati. Pemberian amal saleh kepada seorang hamba sendiri merupakan tanda bahwa Allah subhanahu wata’ala menghendaki kebaikan kepadanya.Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اِسْتَعْمَلَهُ، فَقِيْلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ
“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan mempekerjakannya.” Lalu ditanyakanlah pada beliau,“Bagaimanakah Allah mempekerjakannya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,“Dia akan memberinya taufik untuk beramal saleh sebelum dijemput kematian.”(HR at Tirmidzi dan Ahmad)
Dari sini dapat dikatakan bahwa amanah yang diberikan merupakan bagian dari kebaikan yang Allah subhanahu wata’ala kehendaki untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya. Terlebih jika amanah tersebut jelas-jelas merupakan amal saleh yang Allah ridhai dan banyak memberikan manfaat kepada orang lain.
Baca juga: Tanda Akhir Zaman, Sifat Amanah Akan Hilang Sedikit Demi Sedikit
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :