Kisah Iblis Membuat Resep Produksi Arak: Peminum Akan Memiliki Sifat 4 Binatang
Rabu, 31 Januari 2024 - 16:50 WIB
Iblis yang pertamakali meramu resep arak. Foto/Ilustrasi: smithsonianmag
Iblis ternyata adalah pelopor pembuatan arak . Resep minuman keras ini diciptakan oleh mereka. Resep ini sangat unik sehingga siapa saja yang menenggak arak akan memiliki sifat empat binatang: burung merak, kera, singa, babi.
Kisah ini dinukil Syaikh Kamaluddin ad-Damiri, dalam kitabnya "Hayal al-Hayawan" saat menceritakan sejarah Nabi Nuh as . Ad-Damiri mengisahkan setelah Nabi Nuhas kembali menginjakkan kaki di bumi, setelah terkatung-katung dalam bahtera karena banjir besar, Allah mewahyukan kepadanya untuk menanam pepohonan yang ada bersamanya. Atas perintah tersebut, Nabi Nuh menanamnya dan yang pertama kali dia tanam adalah pohon As (sejenis semak berbunga putih).
Dia bermaksud menanam pohon anggur , tetapi dia tidak menemukannya. Dia bertanya kepada anaknya, Sam, “Wahai anakku, dikemanakan pohon anggur?”
Sam menjawab, “Saya tidak tahu.”
Baca juga: Belajar dari Proses Pengharaman Khamar
Jibril turun ke bumi dan berkata kepada Nabi Nuh AS, “Wahai Nuh, pohon anggur itu telah dicuri oleh Iblis.” Maka, Nabi Nuh berkata kepada Iblis, “Kembalikan pohon anggur yang telah engkau curi itu.” Iblis berkata, “Aku tidak akan mengembalikannya kecuali engkau mau berbagi denganku.”
Nabi Nuh AS berkata, “Aku beri kamu sepertiganya.” Iblis menolak penawaran tersebut. Nabi Nuh kembali menaikkan tawarannya. “Aku beri kamu dua pertiganya.” Iblis pun menerima.
Syaikh Kamaluddin ad-Damiri mengatakan bahwa setelah Iblis menanamkan pohon anggur di bumi, dia menyembelih seekor burung merak dan kemudian darahnya disiramkan ke pohon itu.
Setelah daun-daunnya tumbuh, dia menyembelih seekor kera, dan kemudian darahnya disiramkan ke pohon itu.
Baca juga: Alasan Mengapa Islam Mengharamkam Judi dan Minum Khamar
Kisah ini dinukil Syaikh Kamaluddin ad-Damiri, dalam kitabnya "Hayal al-Hayawan" saat menceritakan sejarah Nabi Nuh as . Ad-Damiri mengisahkan setelah Nabi Nuhas kembali menginjakkan kaki di bumi, setelah terkatung-katung dalam bahtera karena banjir besar, Allah mewahyukan kepadanya untuk menanam pepohonan yang ada bersamanya. Atas perintah tersebut, Nabi Nuh menanamnya dan yang pertama kali dia tanam adalah pohon As (sejenis semak berbunga putih).
Dia bermaksud menanam pohon anggur , tetapi dia tidak menemukannya. Dia bertanya kepada anaknya, Sam, “Wahai anakku, dikemanakan pohon anggur?”
Sam menjawab, “Saya tidak tahu.”
Baca juga: Belajar dari Proses Pengharaman Khamar
Jibril turun ke bumi dan berkata kepada Nabi Nuh AS, “Wahai Nuh, pohon anggur itu telah dicuri oleh Iblis.” Maka, Nabi Nuh berkata kepada Iblis, “Kembalikan pohon anggur yang telah engkau curi itu.” Iblis berkata, “Aku tidak akan mengembalikannya kecuali engkau mau berbagi denganku.”
Nabi Nuh AS berkata, “Aku beri kamu sepertiganya.” Iblis menolak penawaran tersebut. Nabi Nuh kembali menaikkan tawarannya. “Aku beri kamu dua pertiganya.” Iblis pun menerima.
Syaikh Kamaluddin ad-Damiri mengatakan bahwa setelah Iblis menanamkan pohon anggur di bumi, dia menyembelih seekor burung merak dan kemudian darahnya disiramkan ke pohon itu.
Setelah daun-daunnya tumbuh, dia menyembelih seekor kera, dan kemudian darahnya disiramkan ke pohon itu.
Baca juga: Alasan Mengapa Islam Mengharamkam Judi dan Minum Khamar
Lihat Juga :