Amalan Sunnah Menjelang Malam 27 Rajab, Jangan Dilewatkan!

Selasa, 06 Februari 2024 - 10:30 WIB
Malam 27 Rajab merupakan malam yang istimewa, karena malam tersebut adalah malam yang diyakini sebagai malam peristiwa agung Isra Mikraj. Foto ilustrasi/ist
Dalam kalender Islam, malam 27 Rajab merupakan malam yang istimewa, karena malam tersebut adalah malam yang diyakini sebagai malam peristiwa agung Isra Mikraj. Pada malam itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melewati malam dengan pengalaman spiritual yang luar biasa.

Menjalani perjalanan yang di luar batas nalar akal. Bertemu langsung dengan Allah untuk mendapatkan perintah salat, dalam perjalanannya yang dikenal dengan nama Isra Mikraj .

Tentu sebagai muslim kita jangan melewatkan malam ini begitu saja. Perbanyak berdoa, bermunajat dan berzikir pada Allah Ta'ala, karena banyak keutamaan dan amalan yang bisa menambah pahala di hari Isra Mikraj ini.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut amalan-amalan yang bisa kita lakukan untuk menambah pahala dari amal ibadah kita di malam Isra Mikraj nanti. Di antaranya:

1. Salat sunnah

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin menulis, "Perlu diketahui,.. sesungguhnya terdapat malam-malam khusus yang memiliki keutamaan lebih dibandingkan malam yang lain yang dianjurkan untuk menghidupkanya. Dalam satu tahun ada 15 malam. Salah satunya adalah malam 27 Rajab, yakni malam di mana Nabi melakukan Isra' dan Mikraj.

Diamalkan Siapa yang melakukan salat pada malam tersebut sebanyak 12 rakaat, dan pada setiap rakaatnya membaca surat al-Fatihah dan salah satu surat dari al-Qur'an, bertasyahud dalam dua rakaat dan salam. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca: Tasbih, Tahmid dan Tahlil, sebanyak 100 kali.

2. Perbanyak Istighfar

Dari kitab Risalah ‘Amaliyah disebutkan, “Barangsiapa membaca (istigfar) pada bulan Rajab, bulan Sya’ban dan bulan Ramadan dibaca pada tiap – tiap hari antara salat Ashar dan Maghrib, maka Allah SWT mewahyukan kepada dua malaikat agar merobek buku catatan dosa dan kesalahannya semasa hidupnya.

3. Membaca doa

Setelah itu, lanjut Imam Ghazali, berdoa sesuai hajat masing-masing.

ويدعو لنفسه بما شاء من امر دنياه واخرته ويصبح صائما فإن الله يستجيب دعائه كله الا أن يدعو في معصية


Artinya: "kemudian terus berdo'a untuk dirinya apa saja yang di kehendaki mulai dari urusan dunia maupun urusan akhirat, dan pagi harinya berpuasa, maka Allah akan mengijabah do'anya semuanya kecuali do'a untuk maksiat (dosa)."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!