2 Pekan Pemberangkatan Jemaah Haji, Penerbangan Garuda Sering Terlambat

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:21 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) mengevaluasi Garuda Indonesia sering mengalami keterlambatan penerbangan dalam dua pekan pemberangkatan jemaah haji Indonesia. Foto/SINDOnews/Andryanto Wisnuwidodo
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengevaluasi Garuda Indonesia sering mengalami keterlambatan penerbangan haji dalam dua pekan pemberangkatan jemaah haji Indonesia. Sejak pemberangkatan awal jemaah haji 12 Mei sampai 26 Mei 2024, tercatat 287 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Garuda Indonesia memberangkatkan 152 kloter, sementara Saudia Airlines sebanyak 132 kloter.

Baca juga: Grounded Garuda dari Haji, Mungkinkah?

"Sampai 26 Mei, kami melihat Garuda Indonesia masih sering mengalami keterlambatan. Dari 152 kloter, ada 60 kloter yang terlambat atau sekitar 39,47%,” terang Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie, di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

“Sementara Saudia Airlines, dari 132 kloter, ada 16 kloter yang mengalami keterlambatan atau sekitar 11,85%,” sambungnya.

Keterlambatan paling parah, lanjut Anna, dialami oleh jemaah haji kloter 42 Embarkasi Solo (SOC-42) akibat adanya kerusakan mesin pesawat yang memberangkatkan jemaah SOC-41.

Ini merupakan kloter terakhir dari Embarkasi Donohudan yang berangkat pada gelombang pertama, mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Baca juga: Gagal Terbang Usai Mesin Pesawat Terbakar, Garuda Berangkatkan Lagi 450 Jemaah Haji Sulsel

Keterlambatan SOC 42 juga berdampak pada perubahan jadwal SOC 43, bergeser hingga 17 jam dari rencana semula.

"Akibat mesin rusak, Garuda Indonesia SOC-42 terlambat hingga 7 jam 10 menit. Ini jelas sangat lama dan menjadikan jemaah makin kelelahan,” jelas Anna.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!