Hati-hati, Bagi Para Suami Jangan Sembarangan Mengucap Talak

Jum'at, 28 Juni 2024 - 09:25 WIB
Talak atau tanda terlepasnya ikatan sebuah perkawinan dengan kata lain cerai antar suami dan istri, bisa terjadi karena beberapa hal. Namun dalam Islam talak tidak bisa dilakukan kapan saja. Foto ilustrasi/pinterest
Mengucap talak tidak boleh sembarangan, ucapannnya yang dibuat candaan atau karena emosi. Bagi para suami, ucapan talak ini memiliki konsekuensi yang tidak main-main dalam agama.

Dalam Islam, talak atau tanda terlepasnya ikatan sebuah perkawinan dengan kata lain cerai antar suami dan istri, bisa terjadi karena beberapa hal. Namun talak atau cerai ini tidak bisa dilakukan kapan saja.

Al- Qur’an dan As- Sunnah telah mengajarkan bahwa talak hendaknya dilakukan secara pelan-pelan dan memilih waktu yang sesuai. Karena itu, bagi pasangan muslim bila akan bercerai atau mengucapkan talak, harus memperhatikan beberapa hal. Di antaranya adalah:

1. Talak atau cerai tidak boleh dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya pada saat istrinya sedang dalam masa haid, nifas, atau saat istrinya dalam keadaan suci akan tetapi ia menggaulinya. Jika suami melakukan hal tersebut maka dianggap telah melakukan talak yang bid’ah dan diharamkan.

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang melakukan perbuatan tanpa dilandasi perintah kami maka itu tertolak (tidak diterima).”

2. Hendaknya ketika mengucapkan talak, suami dalam keadaan sadar, karena apabila suami mentalak istrinya dalam keadaan tidak sadar seperti ketika sedang marah, sehingga karena amarah tersebut dapat menutupi kesadarannya hingga ia bicaa yang tidak diinginkan, maka talak yang ia lakukan adalah tidak sah.

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada talak dan tidak dianggap kalimat membebaskan budak, ketika ighlaq.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim)

3. Seorang suami yang mentalak atau menceraikan istrinya bermaksud untuk benar-benar mencerai atau berpisah dengan istrinya tersebut, jangan sampai talak yang diucapkan hanya sekedar menakut-nakuti atau menjadikan talak itu sebagai sumpah. Hal tersebut tidak dibenarkan dalam islam.

Ibnu Abbas pernah berkata: “Sesungguhnya talak itu harena diperlukan.”

Bagaimana bila talak itu dijatuhkan ketika kondisi suami sedang marah atau emosi atau dengan maksud bercanda? Dikutip dari kitab 'Fiqih Sunah untuk Wanita' karya Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim, dipaparkan sebagai berikut :
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!