4 Tingkatan Kekuatan Gaib: Mukjizat, Karamah, Maunah dan istidraj

Kamis, 04 Juli 2024 - 14:55 WIB
Menurut Schimmel, apa yang didefinisikan oleh As-Salimi itu lebih disebut wilqy at amma (kekudusan umum). Selain itu wilqyat amma biasanya dibedakan dengan wilqyat khassa (kekudusan khusus), yaitu para ahli mistik yang sudah maju yang menjadi hilang dalam Tuhan dan berada melalui Dia, dan wali ialah yang sudah hilang dalam Tuhan dan hidup dalam Dia.

Sementara Timidhi membedakan wali menjadi dua tipe, yaitu wali sidq Allah yaitu pencapaian kewalian melalui pelaksanaan yang tekun dan setia dari setiap perincian dari syari'at dan tariqat. Kedua, wali minnat Allah yaitu pencapaian wali karena rahmat Alah melalui tindakan kasih.

Artinya, yang pertama adalah hasil usaha pencapaian yang dilakukan manusia sedangkan yang kedua lebih dikarenakan oleh anugerah langsung dari Tuhan.

Pada diri seorang wali muncul kekuatan luar biasa dalam bentuknya yang beragam. Beberapa keajaiban yang dimiliki wali yang paling populer adalah seperti kardiognosia (membaca batin), buriz (eksteriosisasi), yakni kemampuan hadir di beberapa tempat pada saat yang sama, menghilang dari pandangan, tayy al makan (berada dalam keadaan mengatasi pembatasan ruang), menjelma dalam bentuk apa pun yang diinginkan, menyembuhkan orang yang sakit, mendapatkan makanan dan minuman secara tiba-tiba dan berjalan di atas air. Keajaiban-keajaiban para wali ini disebut karamah (keramat).

Baca juga: 5 Pesan Buya Yahya Dibalik Mukjizat Isra Mikraj

Menurut Haji Bsy dan Kiyai Mhn, sebagaimana dikutip Helmy, ada empat macam dan tingkatan kekuatan luar biasa itu, yaitu mukjizat (yang keluar dari para Nabi dan Rasul), karomat (yang keluar dari para wali), maunat (yang keluar dari ulama dan orang biasa), dan istidraj (ilmu hitam atau sihir).

Hanya tiga yang pertama yang dianggap tidak bertentangan dengan doktrin Islam. Kesucian wali dan karomah yang dimilikinya berimplikasi pada pengkultusan yang dilakukan oleh murid-muridnya maupun masyarakat umum.

Pengkultusan itu bahkan sampai pada taraf berlebih-lebihan. Kultus itu biasanya terdapat dalam hagiografi-manaqib, wawacan atau kisah orang suci-maupun cerita rakyat.

Baca juga: Surat Al Qamar: Mukjizat Nabi Muhammad Membelah Bulan
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!