Kapan Maulid Nabi SAW Tahun 2024? Bagaimana Hukum Memperingatinya?
Rabu, 11 September 2024 - 10:45 WIB
Artinya: "Dari Hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa boleh melakukan syukur kepada Allah atas apa yang Dia anugerahkan pada hari tertentu berupa pemberian nikmat dan penyelamatan dari mara bahaya, dan setiap tahun dilakukan hal yang sama setiap bertepatan pada hari itu. Adapun bersyukur kepada Allah dapat dicapai dengan macam-macam ibadah, seperti bersujud, berpuasa, bersedekah dan membaca Al-Qur'an. Lantas, pada hari ini nikmat mana yang lebih agung dari pada kelahiran Nabi sang pembawa rahmat? Atas demikian itu, maka seyogianya Maulid diusahakan untuk dilaksanakan pada hari tersebut, sehingga sesuai dengan kisah Nabi Musa pada Hari Asyura. Adapun orang yang tidak memperhatikan hal yang demikian itu, maka dia tidak perduli di hari apa saja dari bulan tersebut dia mengadakan Maulid. Bahkan, banyak orang yang memperluasnya, mereka memindahkankannya pada hari-hari dari setahun." (As-Suyuthi, Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah)
Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa memperingati Maulid memiliki arti bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sangat luar biasa bagi manusia dan alam semesta, yakni kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, Nabi pembawa risalah terakhir, pembawa rahmat dan pemberi syafa'at. Tidak ada nikmat yang lebih agung ketimbang kelahiran beliau di dunia dan memperingatinya merupakan amalan yang berdasar pada hadits sahih dan bernilai pahala.
Oleh sebab itu dalam peringatan Maulid agar mengerjakan hal-hal yang dapat dipahami sebagai rasa syukur kepada Allah dengan tilawah, memberi makan, bersedekah, memuji, menyanjung dan kisah-kisah keteladanan Nabi Muhammad ﷺ yang dapat menggerakkan hati untuk terus berbuat kebaikan dan beramal yang berorientasi akhirat.
Baca juga: Ayat-Ayat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Wallahu A'lam
Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa memperingati Maulid memiliki arti bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sangat luar biasa bagi manusia dan alam semesta, yakni kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, Nabi pembawa risalah terakhir, pembawa rahmat dan pemberi syafa'at. Tidak ada nikmat yang lebih agung ketimbang kelahiran beliau di dunia dan memperingatinya merupakan amalan yang berdasar pada hadits sahih dan bernilai pahala.
Oleh sebab itu dalam peringatan Maulid agar mengerjakan hal-hal yang dapat dipahami sebagai rasa syukur kepada Allah dengan tilawah, memberi makan, bersedekah, memuji, menyanjung dan kisah-kisah keteladanan Nabi Muhammad ﷺ yang dapat menggerakkan hati untuk terus berbuat kebaikan dan beramal yang berorientasi akhirat.
Baca juga: Ayat-Ayat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :