Bom dalam Mainan Anak-Anak: Sejarah Singkat Jebakan Israel di Lebanon
Sabtu, 21 September 2024 - 16:41 WIB
Kelakuan Israel memasang bom pager dan Walkie Talkie pada obyek sipil di Lebanon bukan yang pertama. Foto/Ilustrasi: MEE
Lebanon masih belum pulih dari dua gelombang ledakan pager dan walkie-talkie. Kelakuan Israel ini telah menewaskan 32 orang dan melukai ribuan lainnya.
Meskipun Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, suara-suara pro-Israel dengan cepat memuji serangan tersebut sebagai contoh utama ketrampilan Zionis dalam melakukan genosida tanpa sebutir peluru pun.
Di sisi lain, kelompok hak azasi manusia mengecam cara keji Israel yang membunuh warga sipil dan anak-anak dengan cara biadab itu. Mereka mengatakan penggunaan senjata yang tidak pandang bulu adalah melanggar hukum perang.
Sebuah sumber yang dekat dengan Hizbullah mengatakan kepada Middle East Eye bahwa pager tersebut digunakan oleh "banyak orang dari berbagai jaringan, termasuk administrator, pekerja medis, paramedis, pekerja media, dan anggota sipil lainnya".
“Biasanya digunakan untuk arahan, pemanggilan rapat, untuk keadaan darurat atau keadaan siaga,” jelas sumber tersebut.
Baca juga: Benarkah Bom Pager Hizbullah Diproduksi di Taiwan?
Namun ini bukan pertama kalinya Israel menggunakan metode jebakan yang tidak lazim untuk menargetkan Lebanon, dan ini juga bukan contoh pertama warga sipil dan anak-anak menjadi cacat dan dibunuh dengan menggunakan senjata semacam itu.
Bom Curah dan Ranjau Darat
Lebih dari satu juta bom curah berserakan di Lebanon selatan sebagai akibat serangan Israel terhadap wilayah tersebut selama bertahun-tahun.
Sejak konflik tahun 2006 antara Israel dan Hizbullah, yang melibatkan penggunaan senjata terlarang, banyak orang terbunuh di Lebanon setelah menemukan senjata tersebut.
Banyak anak-anak yang bermain di wilayah tersebut menemukan amunisi yang belum meledak ini.
“Mereka tampaknya tidak berbahaya, terutama bagi pikiran anak-anak yang penasaran,” kata Chris Clark dari Pusat Koordinasi Pekerjaan Ranjau PBB (UNMACC) di Lebanon, berbicara pada tahun 2006.
Baca juga: Mossad Tanam Bahan Peledak di 5.000 Pager Hizbullah
Meskipun Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, suara-suara pro-Israel dengan cepat memuji serangan tersebut sebagai contoh utama ketrampilan Zionis dalam melakukan genosida tanpa sebutir peluru pun.
Di sisi lain, kelompok hak azasi manusia mengecam cara keji Israel yang membunuh warga sipil dan anak-anak dengan cara biadab itu. Mereka mengatakan penggunaan senjata yang tidak pandang bulu adalah melanggar hukum perang.
Sebuah sumber yang dekat dengan Hizbullah mengatakan kepada Middle East Eye bahwa pager tersebut digunakan oleh "banyak orang dari berbagai jaringan, termasuk administrator, pekerja medis, paramedis, pekerja media, dan anggota sipil lainnya".
“Biasanya digunakan untuk arahan, pemanggilan rapat, untuk keadaan darurat atau keadaan siaga,” jelas sumber tersebut.
Baca juga: Benarkah Bom Pager Hizbullah Diproduksi di Taiwan?
Namun ini bukan pertama kalinya Israel menggunakan metode jebakan yang tidak lazim untuk menargetkan Lebanon, dan ini juga bukan contoh pertama warga sipil dan anak-anak menjadi cacat dan dibunuh dengan menggunakan senjata semacam itu.
Bom Curah dan Ranjau Darat
Lebih dari satu juta bom curah berserakan di Lebanon selatan sebagai akibat serangan Israel terhadap wilayah tersebut selama bertahun-tahun.
Sejak konflik tahun 2006 antara Israel dan Hizbullah, yang melibatkan penggunaan senjata terlarang, banyak orang terbunuh di Lebanon setelah menemukan senjata tersebut.
Banyak anak-anak yang bermain di wilayah tersebut menemukan amunisi yang belum meledak ini.
“Mereka tampaknya tidak berbahaya, terutama bagi pikiran anak-anak yang penasaran,” kata Chris Clark dari Pusat Koordinasi Pekerjaan Ranjau PBB (UNMACC) di Lebanon, berbicara pada tahun 2006.
Baca juga: Mossad Tanam Bahan Peledak di 5.000 Pager Hizbullah
Lihat Juga :