Bom dalam Mainan Anak-Anak: Sejarah Singkat Jebakan Israel di Lebanon

Sabtu, 21 September 2024 - 16:41 WIB
Baca juga: Teknologi Sudah Makin Maju, Mengapa Hizbullah Masih Memakai Pager?

Seorang perwira Pasukan Sementara PBB di Lebanon (Unifil) mengkonfirmasi kepada AFP pada saat itu bahwa benda-benda tersebut sebagian besar dijatuhkan dengan helikopter.

“Bisa berupa mainan atau berbentuk batu biasa,” ujarnya yang enggan disebutkan namanya.

Pada tahun 1998, sepucuk surat dari Misi Permanen Lebanon untuk Perserikatan Bangsa Bangsa yang ditujukan kepada sekretaris jenderal juga mengulangi klaim bahwa pesawat tempur Israel telah "berusaha membunuh anak-anak dengan menjatuhkan ribuan mainan jebakan di desa-desa dan kota-kota di Lebanon".

“Pasukan pendudukan Israel telah menggunakan metode ini selama bertahun-tahun dan terus melakukannya, contoh terbaru adalah ketika mainan jebakan dijatuhkan di kota Nabatiyah, membunuh dan melukai anak-anak serta membuat cacat orang lain secara permanen,” katanya.

Sementara itu, Hizbullah pada saat itu mengatakan di antara barang-barang yang mereka temukan adalah telur emas, kerucut kuning berpendar, seekor anjing Snoopy, dan boneka berbicara yang mereka katakan akan meledak ketika talinya ditarik.

Israel membantah tuduhan tersebut pada saat itu, dan menyebut tuduhan tersebut “tercela”.

Namun demikian, sebuah laporan oleh Komite Urusan Luar Negeri Inggris pada tahun 2000 memperingatkan bahaya bom yang tidak meledak di Lebanon selatan, menyebutkan penggunaan "mainan jebakan, yang diduga dijatuhkan oleh angkatan udara Israel di dekat desa-desa Lebanon yang berdekatan dengan apa yang disebut zona keamanan."

Baca juga: Selain Pager dan Walkie Talkie, Israel juga Meledakkan iPhone?

Berbicara di PBB pada hari Rabu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali menekankan bahwa “objek sipil” tidak boleh menjadi bagian dari peperangan.

“Saya kira sangat penting adanya pengendalian yang efektif terhadap obyek-obyek sipil, bukan mempersenjatai obyek-obyek sipil – hal ini harus menjadi aturan yang...pemerintah harus bisa terapkan,” katanya.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!