Makna Ayat Inna Akramakum Indallahi Atqakum
Senin, 30 September 2024 - 18:40 WIB
Dalam Tafsir Al-Wajiz oleh Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah ditafsirkan: Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari satu asal keluarga yaitu Adam dan Hawa. Maka Janganlah kalian saling membanggakan nasab di antara kalian.
Baca juga: Ayat-Ayat Al-Qur'an Mengandung Kemungkinan Makna yang Tak Terbatas
Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling berkenalan. Kami menciptakan kalian untuk saling berkenalan, tidak untuk saling membanggakan nasab .
Syu’ub maknanya adalah umat besar seperti Bani Rabi’ah, Bani Mudhar dan Bani Khuzaimah tergabung dari banyak suku.
Al-Qabail itu adalah kelompok selain Syu’ub seberti Bani Bakr yang merupakan bagian dari bangsa Rabi’ah dan Bani Tamim yang merupakan bagian dari bangsa Mudhar.
Sesungguhnya yang paling utama dan paling tinggi posisinya di sisi Allah adalah ketakwaan kalian kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu dan Maha Memberitahu tantang urusan-urusan yang tersembunyi dan rahasia.
Ayat ini diturunkan saat terjadi ejekan terhadap Bilal yang menaiki Kakbah pada hari penaklukkan Makkah untuk mengumandangkan azan. Kemudian Nabi Muhammad SAW memanggil dan menegur mereka (yang mengejek) agar tidak membanggakan nasab.
Baca juga: Konsep Qath'iy dan Zhanniy: Kandungan Makna Redaksi Ayat-Ayat Al-Qur'an
Baca juga: Ayat-Ayat Al-Qur'an Mengandung Kemungkinan Makna yang Tak Terbatas
Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling berkenalan. Kami menciptakan kalian untuk saling berkenalan, tidak untuk saling membanggakan nasab .
Syu’ub maknanya adalah umat besar seperti Bani Rabi’ah, Bani Mudhar dan Bani Khuzaimah tergabung dari banyak suku.
Al-Qabail itu adalah kelompok selain Syu’ub seberti Bani Bakr yang merupakan bagian dari bangsa Rabi’ah dan Bani Tamim yang merupakan bagian dari bangsa Mudhar.
Sesungguhnya yang paling utama dan paling tinggi posisinya di sisi Allah adalah ketakwaan kalian kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu dan Maha Memberitahu tantang urusan-urusan yang tersembunyi dan rahasia.
Ayat ini diturunkan saat terjadi ejekan terhadap Bilal yang menaiki Kakbah pada hari penaklukkan Makkah untuk mengumandangkan azan. Kemudian Nabi Muhammad SAW memanggil dan menegur mereka (yang mengejek) agar tidak membanggakan nasab.
Baca juga: Konsep Qath'iy dan Zhanniy: Kandungan Makna Redaksi Ayat-Ayat Al-Qur'an
(mhy)
Lihat Juga :