Al Malhamah Kubra, Perang Besar Akhir Zaman antara Kaum Muslim dan Nasrani

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 12:45 WIB
Lalu (kaum muslimin) memerangi mereka. Sepertiga dari mereka kalah dan lari kocar-kacir, Allah tidak menerima taubat mereka selamanya, sepertiga dari mereka terbunuh, mereka adalah sebaik-baiknya syuhada di sisi Allah, sepertiga-nya melakukan penaklukan, mereka tidak akan terkena fitnah untuk selamanya.

Akhirnya mereka dapat menaklukkan Konstantinopel. Ketika mereka sedang membagikan harta rampasan perang dan menggantungkan pedang-pedang mereka di atas pohon zaitun, tiba-tiba saja syaitan berteriak, ‘Sesungguhnya al-Masih (ad-Dajjal) telah mendatangi keluarga kalian,’

Kemudian mereka keluar, akan tetapi hal itu tidak benar. Selanjutnya mereka datang ke Syam, ternyata dia (Dajjal) keluar. Ketika mereka sedang mempersiapkan diri untuk perang, mereka meluruskan barisan, tiba-tiba iqamat untuk shalat dikumandangkan, saat itulah ‘Isa bin Maryam Alaihissalam turun.” (HR Muslim : 2897).

Dalam riwayat yang lain disebutkan malhamah kubra ini terjadi selama tiga hari. Sehingga kita tidak boleh memastikan bahwa apa yang terjadi di Ghouta hari ini adalah malhamah kubra atau perang besar di akhir zaman yang disebutkan dalam riwayat-riwayat tersebut di atas. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid menyatakan :

ولا يجوز الجزم بتنزيل الأحاديث الصحيحة على واقع يراه الباحث مناسباً للحديث دون ضوابط ، وهذا ليس صنيع ا لمحققين من أهل العلم ؛ إذ هو غيب لا يَدري عن حقيقته أحد ، وما يراه الباحث من الوقائع مناسباً في زمانه قد يأتي ما هو أنسب منه في زمانٍ بعده ، فقول الكاتب إن العدو الذي يقاتله المسلمون والنصارى هم الصين وروسيا وإيران : هو من علم الغيب ، ولا يحل لأحدٍ أن يجزم به ، وهو ما وقع به مؤلف كتاب ” هرمجدون ، آخر بيان يا أمة الإسلام ” ، المدعو : أمين محمد جمال الدين ص 7 ،


“Tidak boleh memastikan menurunkan hadits-hadits shahih untuk realita yang disaksikan oleh penulis bahwa hadits tersebut cocok dengan realita dengan tanpa memperhatikan dhowabit. Ini bukan merupakan perbuatan para peneliti dari kalangan para ahli ilmu. Karena hadits-hadits ini adalah perkara ghaib yang tidak diketahui hakikatnya oleh siapapun.

Suatu kejadian yang dilihat oleh seorang peneliti mencocoki hadits, terkadang ada kejadian lain lagi yang jauh lebih cocok pada zaman setelahnya. Maka ucapan penulis bahwa musuh yang dihadapi kaum muslimin dan nasrani adalah bangsa Cina, Rusia dan Iran adalah merupakan urusan ghaib.

Tidak boleh bagi siapapun untuk memastikannya (bahwa musuh yang disebut dalam hadits tersebut adalah Cina, Rusia dan Iran-pent). Kesalahan inilah yang dilakukan oleh penulis buku “Armageddon penjelasan terakhir wahai umat Islam” yang bernama Amin Muhammad Jamaludin pada hal. 7 dan 49.”

Itulah menjelasan dari Al Malhamah Kubra, perang akhir zaman antara umat Muslim dan Nasrani dengan menggunakan peralatan primitif.

Baca juga: Perang Jelang Kiamat, Pasukan Berkuda Islam Terbaik Taklukkan Bangsa Romawi
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!