Kisah Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur Mengeksekusi Abu Muslim di Istana
Sabtu, 19 Oktober 2024 - 17:41 WIB
Begitu Abu Ja’far Al-Mansur menjadi khalifah, hal yang pertama dilakukan adalah melumpuhnya tiga kekuatan. Ilustrasi: AI
Abu Ja’far Al-Mansur menjadi khalifah Abbasiyah pada 754-775 Ma atau 137-159 H. Pemerintahan Daulah Abbasiyah berkembang dimulai dari dirinya.
Dalam Teks Books, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jilid 1 (Ujung Pandang: IAIN Alaudin, 1981-1982), disebutkan Al-Mansur diangkat menjadi khalifah setelah saudaranya Abu Abbas al-Safah meninggal dunia pada tahun 136 / 754 M.
Beliau dikenal sebagai seorang yang gagah perkasa, keras hati, kuat keimanan, bijaksana, cerdas, pemberani, teliti, disiplin, kuat beribadah dan sederhana.
BegituAbu Ja’far Al-Mansur menjadi khalifah, hal yang pertama dilakukan adalah melumpuhnya tiga kekuatan. Mereka adalah Abdullah bin Ali, kaum Syiah dan Abu Muslim.
Baca juga: Abu Ja’far Al-Mansur: Pembangun Imperium Abbasiyah yang Sebenarnya
Syamruddin Nasution dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" menceritakan begitu pemberontakan Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali ditumpas, target selanjutnya adalah Abu Muslim.
Kala itu, nama Abu Muslim amatlah populer apalagi setelah ia ditugaskan khalifah menghabisi Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali di Nasibin. Nama Abu Muslim sangat top di Khurasan.
Kepopuleran itu membuat dia lupa daratan. Dia lupa bahwa peranannya hanya sebagai pelaksana dari sebuah kebijaksanaan. Sedang tampuknya ada di tangan orang.
Syamruddin Nasution mengatakan memang diakui bahwa Abu Muslim yang sangat berperan dalam gerakan mendirikan gerakan Daulah Abbasiyah lebih populer dibandingkan dengan khalifah sendiri, terutama pada saat itu.
Khalifah al-Mansur mempunyai perhitungan tersendiri menghadapi Abu Muslim ini, sebab dia pun mempunyai naluri politik tersendiri.
Dalam Teks Books, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jilid 1 (Ujung Pandang: IAIN Alaudin, 1981-1982), disebutkan Al-Mansur diangkat menjadi khalifah setelah saudaranya Abu Abbas al-Safah meninggal dunia pada tahun 136 / 754 M.
Beliau dikenal sebagai seorang yang gagah perkasa, keras hati, kuat keimanan, bijaksana, cerdas, pemberani, teliti, disiplin, kuat beribadah dan sederhana.
BegituAbu Ja’far Al-Mansur menjadi khalifah, hal yang pertama dilakukan adalah melumpuhnya tiga kekuatan. Mereka adalah Abdullah bin Ali, kaum Syiah dan Abu Muslim.
Baca juga: Abu Ja’far Al-Mansur: Pembangun Imperium Abbasiyah yang Sebenarnya
Syamruddin Nasution dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" menceritakan begitu pemberontakan Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali ditumpas, target selanjutnya adalah Abu Muslim.
Kala itu, nama Abu Muslim amatlah populer apalagi setelah ia ditugaskan khalifah menghabisi Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali di Nasibin. Nama Abu Muslim sangat top di Khurasan.
Kepopuleran itu membuat dia lupa daratan. Dia lupa bahwa peranannya hanya sebagai pelaksana dari sebuah kebijaksanaan. Sedang tampuknya ada di tangan orang.
Syamruddin Nasution mengatakan memang diakui bahwa Abu Muslim yang sangat berperan dalam gerakan mendirikan gerakan Daulah Abbasiyah lebih populer dibandingkan dengan khalifah sendiri, terutama pada saat itu.
Khalifah al-Mansur mempunyai perhitungan tersendiri menghadapi Abu Muslim ini, sebab dia pun mempunyai naluri politik tersendiri.
Lihat Juga :