Kisah Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur Mengeksekusi Abu Muslim di Istana
Sabtu, 19 Oktober 2024 - 17:41 WIB
Begitu dia diangkat menjadi khalifah, ada tiga pihak yang ditakutinya dan harus disingkirkannya; pertama, pamannya Abdullah bin Ali, kedua, Abu Muslim al-Khurasani sendiri, dan ketiga golongan Syiah.
Abu Muslim sangat berkuasa di Khurasan, karena itu khalifah al-Mansur sangat khawatir kalau kekuasaannya dapat dipergunakannya untuk melumpuhkan pemerintahan khalifah di pusat. Maka demi kelangsungan Daulah Abbasiyah, Abu Muslim harus dibunuh.
Baca juga: Zubaidah binti Abu Ja’far al-Mansur; Sosok Ibu Negara Cerdas Berilmu yang Murah Hati
Untuk itu dia diundang menghadap khalifah di istana. Meskipun kepergiannya dicegah oleh orang yang dekat dengan dia, mereka menasihati berkali-kali agar jangan berangkat, tetapi al-Mansur tetap berkeras berangkat juga.
Kedatangannya disambut dengan penuh kehormatan untuk kemudian diadili, dan dijatuhi hukuman mati.
Pada saat Abu Muslim akan dibunuh, sempat terjadi dialog antara beliau dengan khalifah. Kata Abu Muslim: “Izinkanlah saya hidup bagi menghadapi musuh-musuh tuanku! Ya Amirul Mukminin”.
Jawab al-Mansur, “Siapakah musuhku yang paling besar di luar engkau ya Abu Muslim”?
Khalifah al-Mansur memerintahkan para algojo yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk membunuh Abu Muslim di istana Khalifah.
Dua pihak, dari tiga pihak yang paling ditakuti al-Mansur yang perlu disingkirkan sudah dapat terlaksana. Kini tiba giliran ketiga, yaitu golongan Syiah.
Baca juga: Tafsir Ayat Poligami dalam Kisah Imam Abu Hanifah dan Khalifah Al-Mansur
Abu Muslim sangat berkuasa di Khurasan, karena itu khalifah al-Mansur sangat khawatir kalau kekuasaannya dapat dipergunakannya untuk melumpuhkan pemerintahan khalifah di pusat. Maka demi kelangsungan Daulah Abbasiyah, Abu Muslim harus dibunuh.
Baca juga: Zubaidah binti Abu Ja’far al-Mansur; Sosok Ibu Negara Cerdas Berilmu yang Murah Hati
Untuk itu dia diundang menghadap khalifah di istana. Meskipun kepergiannya dicegah oleh orang yang dekat dengan dia, mereka menasihati berkali-kali agar jangan berangkat, tetapi al-Mansur tetap berkeras berangkat juga.
Kedatangannya disambut dengan penuh kehormatan untuk kemudian diadili, dan dijatuhi hukuman mati.
Pada saat Abu Muslim akan dibunuh, sempat terjadi dialog antara beliau dengan khalifah. Kata Abu Muslim: “Izinkanlah saya hidup bagi menghadapi musuh-musuh tuanku! Ya Amirul Mukminin”.
Jawab al-Mansur, “Siapakah musuhku yang paling besar di luar engkau ya Abu Muslim”?
Khalifah al-Mansur memerintahkan para algojo yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk membunuh Abu Muslim di istana Khalifah.
Dua pihak, dari tiga pihak yang paling ditakuti al-Mansur yang perlu disingkirkan sudah dapat terlaksana. Kini tiba giliran ketiga, yaitu golongan Syiah.
Baca juga: Tafsir Ayat Poligami dalam Kisah Imam Abu Hanifah dan Khalifah Al-Mansur
(mhy)
Lihat Juga :