Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 7 Beserta Penjelasannya, Yuk Pelajari!

Sabtu, 30 November 2024 - 11:30 WIB
وَلِلنِّسَآءِ
(wa lin nisaaa'i)

Hukum tajwid pertama ghunnah, sebab ada Nun ditasydid. Huruf nun dibaca dengung.

Lalu, mad wajib muttashil karena ada mad thobi’i (Alif mati setelah fathah) bertemu hamzah dalam 1 kata. Dibaca panjang sampai 5 harakat (dua alif setengah).

نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَا لِدٰنِ
(nasiibum mimmaa tarakal waalidaani)

Bacaan di atas memiliki beberapa mad thobi’i (mad ashli). Di antaranya karena ada ya sukun setelah kasrah, alif mati setelah fathah dan fathah berdiri di atas huruf Dal. Masing-masing dibaca panjang 2 harakat.

Kemudian, idgham bighunnah. Sebab, ada dhommah tanwin bertemu huruf Mim. Bacanya dengung.

Ada juga ghunnah karena terdapat huruf Mim ditasydid. Huruf mim dibaca dengung.

Terakhir, alif lam qomariyah. Alasannya ada alif lam menghadapi huruf6 qomariyah Wawu. Alif lam dibaca jelas.

وَا لْاَ قْرَبُوْنَ
(wal aqrabuuna)

Hukum tajwidnya alif lam qomariyah, sebab ada alif lam menghadapi huruf qomariyah Hamzah. Alif lam dibaca jelas.

Kemudian, qolqolah sugra karena ada huruf qolqolah Qaf dengan sukun asli. Dibacanya memantul ringan.

Lalu, mad thobi’i. Alasannya ada wawu sukun setelah harakat dhommah. Dibaca panjang 2 harakat.

مِمَّا قَلَّ مِنۡهُ اَوۡ كَثُرَ
(mimmaa qalla minhu aw kasur)

Pertama, ghunnah, sebab ada huruf Mim ditasydid. Huruf mim dibaca dengan dengung.

Lalu, mad thobi’i karena ada alif mati setelah fathah. Dibacanya panjang 2 harakat.7

Lanjut, ada izhar halqi. Sebab, terdapat nun sukun menghadapi huruf Ha. Dibacanya jelas alias tidak dengung.

Kemudian, ada juga Huruf lin (haraf lin). Alasannya ada huruf Wawu mati setelah fathah.

نَصِيْبًا مَّفْرُوْضًا
(nasiibam mafruudaa)

Hukum tajwid pertama mad thobi’i, sebab ada ya sukun setelah kasrah dan wawu sukun setelah dhommah. Dibaca panjang 2 harakat.

Lalu, idgham bighunnah karena ada tanwin fathah menghadapi huruf Mim. Dibacanya dengung.
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Allah 'azza wajalla telah berfirman: Setiap amal anak Adam adalah teruntuk baginya kecuali puasa. Puasa itu adalah bagi-Ku, dan Akulah yang akan memberinya pahala.  Dan puasa itu adalah perisai. Apabila kamu puasa, maka janganlah kamu merusak puasamu dengan rafats, dan jangan pula menghina orang. Apabila kamu dihina orang atau pun diserang, maka katakanlah, 'Sesungguhnya saya sedang berpuasa.'  Demi Allah, yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak daripada wanginya kesturi. Dan bagi mereka yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Ia merasa senang saat berbuka lantaran puasanya, dan senang pula saat berjumpa dengan Rabbnya juga karena puasanya.

(HR. Muslim No. 1944)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More