Kisah Utsman bin Affan Membakar Mushaf Al-Quran, selain Mushafnya Sendiri
Selasa, 03 Desember 2024 - 05:15 WIB
Tidak perlu diragukan apa yang sudah dilakukan Usman supaya bacaan Quran seragam, merupakan kebijakan yang luar biasa. Ilustrasi: AI
Khalifah Utsman bin Affan membakar mushaf-mushaf Al-Qur'an selain Mushaf Utsman dalam rangkamenyeragamkan bacaan al-Qur'an. Sejumlah sahabat dan Tabiin sempat marah dengan tindakannya itu. Mereka mengecam Utsman karena mengerjakan pekerjaan yang tidak dilakukan oleh pendahulunya, Abu Bakar Ah-Shiddiq dan Umar bin Khattab .
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) mengisahkanketika itu Huzaifah bin al-Yaman bersama pasukan Muslimin yang lain terlibat dalam perang di Armenia dan di Azerbaijan , pada tahun kedua atau ketiga kekhalifahan Utsman.
Dalam perang itu terdapat banyak orang Syam yang membaca menurut bacaan Miqdad bin Aswad dan Abu ad-Darda', jemaah Irak membacanya menurut bacaan Ibn Mas'ud dan Abu Musa al-Asy'ari .
Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?
Dalam mengutamakan pilihan bacaan itu sebagian mereka ada yang sudah melampaui batas sehingga timbul perselisihan yang membuat mereka tercerai-berai, makin lama makin menjadi-jadi, sehingga yang seorang berkata kepada yang lain: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu."
Perselisihan itu sudah mencapai puncaknya, hampir saja menjadi keributan. Mereka berselisih dan saling menuduh, saling melaknat, yang satu mengafirkan dan yang lain menganggap diri benar.
Melihat perselisihan mereka dengan saling mengeluarkan kata-kata kotor serupa itu, Huzaifah cepat-cepat pulang ke Madinah dan langsung menemui Khalifah Utsman sebelum pulang ke rumahnya, dengan mengatakan: "Cepat selamatkan umat ini sebelum menemui kehancuran!"
"Mengenai apa?" tanya Utsman.
"Mengenai Kitabullah," kata Huzaifah lagi. "Saya mengikuti ekspedisi itu dan bersama-sama dengan mereka yang dari Irak, Syam dan Hijaz."
Kemudian ia menceritakan kejadian di atas mengenai perselisihan tentang bacaan itu seraya katanya: "Saya khawatir mereka akan berselisih tentang Kitab Suci kita seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani."
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) mengisahkanketika itu Huzaifah bin al-Yaman bersama pasukan Muslimin yang lain terlibat dalam perang di Armenia dan di Azerbaijan , pada tahun kedua atau ketiga kekhalifahan Utsman.
Dalam perang itu terdapat banyak orang Syam yang membaca menurut bacaan Miqdad bin Aswad dan Abu ad-Darda', jemaah Irak membacanya menurut bacaan Ibn Mas'ud dan Abu Musa al-Asy'ari .
Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?
Dalam mengutamakan pilihan bacaan itu sebagian mereka ada yang sudah melampaui batas sehingga timbul perselisihan yang membuat mereka tercerai-berai, makin lama makin menjadi-jadi, sehingga yang seorang berkata kepada yang lain: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu."
Perselisihan itu sudah mencapai puncaknya, hampir saja menjadi keributan. Mereka berselisih dan saling menuduh, saling melaknat, yang satu mengafirkan dan yang lain menganggap diri benar.
Melihat perselisihan mereka dengan saling mengeluarkan kata-kata kotor serupa itu, Huzaifah cepat-cepat pulang ke Madinah dan langsung menemui Khalifah Utsman sebelum pulang ke rumahnya, dengan mengatakan: "Cepat selamatkan umat ini sebelum menemui kehancuran!"
"Mengenai apa?" tanya Utsman.
"Mengenai Kitabullah," kata Huzaifah lagi. "Saya mengikuti ekspedisi itu dan bersama-sama dengan mereka yang dari Irak, Syam dan Hijaz."
Kemudian ia menceritakan kejadian di atas mengenai perselisihan tentang bacaan itu seraya katanya: "Saya khawatir mereka akan berselisih tentang Kitab Suci kita seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani."
Lihat Juga :