Kisah Utsman bin Affan Membakar Mushaf Al-Quran, selain Mushafnya Sendiri

Selasa, 03 Desember 2024 - 05:15 WIB
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Melindungi Keluarganya yang Murtad

Utsman melihat ini memang berbahaya. Ia mengumpulkan beberapa orang untuk membicarakan masalah ini. Menjawab pertanyaan mereka tentang pendapatnya ia berkata: "Menurut hemat saya orang harus sepakat dengan hanya ada satu macam bacaan. Kalau sekarang kita berselisih, maka perselisihan generasi sesudah kita akan lebih parah lagi."

Kalangan pemikir menyetujui pendapatnya itu. Kemudian ia mengutus orang kepada Hafsah dengan permintaan agar mengirimkan Mushaf yang di tangan Abu Bakar untuk disalin ke dalam beberapa mushaf.

Demikianlah terjadinya pertama kali pengumpulan Mushaf Utsman dan penyeragamannya dalam bacaan Qur'an. Soalnya karena Mushaf Abu Bakar semasa hidupnya ada di tangan Abu Bakar, kemudian di tangan Umar, setelah itu ada pada Ummulmukminin Hafsah binti Umar.

Mushaf Usman

Utsman memerintahkan kepada Zaid bin Sabit al-Ansari untuk menuliskan mushaf itu dan diimlakan oleh Sa'id bin As al-Umawi, dengan disaksikan oleh Abdullah bin Zubair dan Abdur-Rahman bin Haris bin Hisyam al-Makhzumi.

Kepada mereka dimintanya jika ada yang mereka perselisihkan supaya ditulis menurut logat Mudar, sebab Qur'an diturunkan kepada orang dari Mudar.

Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah

Sesudah penulisan itu selesai didasarkan pada satu macam bacaan, Utsman memerintahkan untuk menuliskan satu mushaf untuk Syam, satu mushaf untuk Mesir, satu mushaf dikirimkan ke Basrah, satu mushaf untuk Kufah, untuk Makkah dikirim satu mushaf dan untuk Yaman juga satu mushaf. Satu mushaf ditinggalkan di Madinah. Umat sudah puas dengan semua mushaf ini, dan orang menamakannya Mushaf Utsman, sebab ditulis atas perintah Utsman, kendati tidak ditulis dengan tangannya sendiri.

Sesudah mushaf-mushaf itu dikirimkan ke kota-kota tadi dan Khalifah mewajibkan supaya bacaan itu yang dipakai, ia memerintahkan mushaf-mushaf yang lain dikumpulkan dan dibakar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!