Apa Arti Gelar Gus? Ternyata Artinya Bukan Sembarangan

Kamis, 05 Desember 2024 - 07:30 WIB
Asal usul panggilan 'Gus' dapat ditelusuri dari kata "Bagus", yang dalam konteks keraton merujuk pada putra raja. Dalam buku Baoesastra Djawa karya Poerwadarminta, disebutkan bahwa istilah ini berasal dari sebutan untuk anak raja, yaitu Raden Bagus, yang kemudian disingkat menjadi Den Bagus. Seiring waktu, sebutan ini mulai meluas dan tidak lagi terbatas pada usia; bahkan setelah dewasa, putra kiai tetap dapat dipanggil Gus.

Dalam jurnal Makna Sapaan di Pesantren: Kajian Linguistik-Antropologis oleh Millatuz Zakiyah (2018), dijelaskan bahwa gelar Gus juga mencerminkan ketokohan seseorang dalam konteks agama. Seseorang dengan pemahaman agama yang mendalam, meskipun bukan keturunan kiai, juga bisa mendapatkan panggilan ini. Dengan demikian, dari sudut pandang sosiologis, gelar 'Gus' dapat diperoleh melalui dua cara: ascribed status (status yang diberikan berdasarkan keturunan) dan achieved status (status yang diperoleh melalui usaha dan pengorbanan).

Panggilan 'Gus' tidak hanya menjadi simbol bagi putra kiai tetapi juga menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi individu dalam bidang agama. Dalam masyarakat NU, gelar ini sering kali disematkan kepada mereka yang memiliki kedalaman ilmu agama, terlepas dari latar belakang keturunan mereka.

Dengan demikian, penggunaan panggilan 'Gus' mencerminkan dinamika sosial yang kompleks, di mana status sosial seseorang dapat berasal dari faktor keturunan maupun dari pencapaian pribadi dalam ilmu dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadikan gelar 'Gus' sebagai suatu simbol kehormatan dan tanggung jawab dalam menjaga nama baik serta nilai-nilai luhur agama.MG/Alfin Berkat Pratama Zai

Baca juga: Arti Gelar Cak dan Gus serta Perbedaannya
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!