Hindari Ghibah! Ini 5 Hadis tentang Ghibah yang Harus Dipahami Umat Muslim
Kamis, 12 Desember 2024 - 17:26 WIB
Hadis tentang ghibah memberikan peringatan tegas kepada umat Muslim untuk menghindari perilaku membicarakan keburukan orang lain di belakang mereka. Foto ilustrasi/ist
Hadis tentang ghibah memberikan peringatan tegas kepada umat Muslim untuk menghindari perilaku membicarakan keburukan orang lain di belakang mereka.
Perbuatan ini tidak hanya menciptakan dosa besar , tetapi juga merusak hubungan sosial dan keharmonisan dalam masyarakat. Rasulullah SAW melalui beberapa hadis tentang ghibah menekankan pentingnya menjaga lisan dan menghindari dosa yang dapat membawa kerugian di dunia maupun akhirat.
Simak lima hadis tentang ghibah berikut ini yang perlu dipahami agar kita senantiasa terhindar dari perilaku tercela ini!
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.”
Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya).”
“Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah memfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim no. 2589, Bab Diharamkannya Ghibah)
“Dari Abu Hudzaifah dari ‘Aisyah bahwasanya beliau (‘Aisyah) menyebutkan seorang wanita lalu beliau (‘Aisyah) berkata :”Sesungguhnya dia (wanita tersebut) pendek”….maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :”Engkau telah mengghibahi wanita tersebut” (Riwayat Abu Dawud no 4875 dan Ahmad (6/189,206))
Perbuatan ini tidak hanya menciptakan dosa besar , tetapi juga merusak hubungan sosial dan keharmonisan dalam masyarakat. Rasulullah SAW melalui beberapa hadis tentang ghibah menekankan pentingnya menjaga lisan dan menghindari dosa yang dapat membawa kerugian di dunia maupun akhirat.
Simak lima hadis tentang ghibah berikut ini yang perlu dipahami agar kita senantiasa terhindar dari perilaku tercela ini!
5 Hadis Tentang Ghibah yang Perlu Dipahami
1. Pengertian Ghibah dari Rasulullah
Pada hadis riwayat muslim, dijelaskan dalam sabda rasulullah terhadap pengertian ghibah :عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ . قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ . قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.”
Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya).”
“Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah memfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim no. 2589, Bab Diharamkannya Ghibah)
2. Ghibah dengan Membicarakan Kekurangan Badan Seseorang
Selain itu, terdapat juga hadis yang menjelaskan bagaimana seseorang dapat dikatakan melakukan ghibah karena membicarakan kekurangan badan seseorang.عَنْ أَبِيْ حُذَيْفَةَ عَنْ عَائِشَةَ, أَنَّهَا ذَكَرَتِ امْرَأَةً فَقَالَتْ :إِنَّهَا قَصِيْرَةٌ….فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِغْتَبْتِها
“Dari Abu Hudzaifah dari ‘Aisyah bahwasanya beliau (‘Aisyah) menyebutkan seorang wanita lalu beliau (‘Aisyah) berkata :”Sesungguhnya dia (wanita tersebut) pendek”….maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :”Engkau telah mengghibahi wanita tersebut” (Riwayat Abu Dawud no 4875 dan Ahmad (6/189,206))
3. Ghibah dengan Menirukan Gerakan Orang Cacat
Menirukan gerakan kecacatan orang adalah salah satu bentuk ghibah yang dijelaskan pada hadits berikut :قَالَتْ : وَحَكَيْتُ لَهُ إِنْسَانًا فَقَالَ : مَا أُحِبُّ أَنِّيْ حَكَيْتُ إِنْسَانًا وَ إِنَّ لِيْ كَذَا
Lihat Juga :