Adakah Doa Khusus di Pergantian Tahun? Begini Penjelasannya

Senin, 30 Desember 2024 - 06:43 WIB
Berdoa saat pergantian tahun baru Masehi jika diniatkan sebagai wujud rasa syukur dan permohonan ampun kepada Allah tidak mengapa, yang penting tidak mengkultuskan tahun baru Masehi karena Islam memiliki penanggalan tahun sendiri yaitu kalender Hijriyah.
Dalam kaidah fiqih, Islam tidak memiliki doa khusus saat malam tahun baru Masehi. Namun, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam pernah berdoa saat pergantian tahun Hijriyah.

Adapun berdoa saat pergantian tahun baru Masehi jika diniatkan sebagai wujud rasa syukur dan permohonan ampun kepada Allah tentu tidak mengapa. Yang penting tidak mengkultuskan tahun baru Masehi karena Islam memiliki penanggalan tahun sendiri yaitu kalender Hijriyah.

Ada baiknya dalam momen pergantian t ahun baru Masehi ini umat Islam mengisinya dengan ibadah, shalat malam, muhasabah, berdoa dan menjauhi perayaan yang dapat merusak keimanan.

Berikut doa pergantian tahun sebagaimana disebutkan As-Sayyid Al-Habib Utsman bin Yahya (Mufti Betawi) dalam Kitabnya Maslakul Akhyar.

Doa Akhir Tahun

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّم

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ


Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Waalihi Washahbihi Wasallim. Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya:

Ya Allah berikan rahmat beserta keselamatan kepada Junjungan Kita Nabi Muhammad Dan Keluarga Serta Para Sahabatnya. Ya Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!