Kemunduran Umat Islam karena Kurangnya Percaya Diri

Rabu, 02 September 2020 - 15:12 WIB
Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation USA yang juga Imam Jamaica Muslim Center NYC. Foto/Istimewa
Imam Shamsi Ali

Direktur/Imam Jamaica Muslim Center

Presiden Nusantara Foundation USA

Keamanan dan stabilitas dalam negeri menjadi pilar pembangunan dan kemakmuran. Sementara pembangunan dan kemakmuran yang berkeadilan merupakan indikator peradaban yang sehat. Ketergantungan kepada orang lain, termasuk ketergantungan ekonomi , adalah antithesis dari sebuah peradaban.

Membangun Self Confidence

Di saat komunitas solid secara internal, baik secara ekonomi, politik maupun budaya dan tradisinya maka dengan sendirinya akan terbangun sebuah sikap percaya diri yang juga kuat. Percaya diri ini sesungguhnya menjadi pijakan bagi tumbuhnya keinginan untuk berubah dan maju. Tanpa percaya diri tak akan terjadi perubahan. Dan tanpa perubahan peradaban tidak akan terwujud. (Baca Juga: Begini Cara Rasulullah SAW Membangun Ekonomi Umat )

Itulah sebabnya Allah menekankan urgensi perubahan sebagai prasyarat kebangkitan peradaban itu. "Sungguh Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri memulai perubahan itu dari diri mereka sendiri" ( Al-Qur'an ).

Perubahan pada kaum itu akan terjadi secara alami jika bermula dengan perubahan mentalitas. Sebenarnya konsep "revolusi mental" dapat dipahami kalau saja punya perencanaan dan target yang jelas. Bukan sekadar sebuah wacana kosong yang tiada punya realita.

Tentu perubahan mentalitas terpenting adalah terbangunnya jiwa atau mentalitas yang confident. Bukan mentalitas yang minder (interior) yang merasa kalah sebelum bertanding. (Baca Juga: UAS Ceritakan Sejarah Kalender Hijriyah dan Kisah Hijrah Nabi yang Menakjubkan )

Jika kita melihat ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadits-hadits Rasulullah SAW akan didapati bahwa motivasi untuk membangun "self confidence" itu selalu ditekankan. Dari konsep Tauhidullah (keesaan Allah), tawakkal kepada Allah, kebersamaan dengan Allah, penjagaan Allah, hingga janji-janji Allah yang akan selalu memberikan pertolongan kepada hamba-hambaNya. Semua itu adalah motivasi utama dalam membangun "self confidence" itu dalam diri orang-orang yang beriman.

Firman Allah yang mengirim ribuan Malaikat (3000 atau 5000) kepada pasukan Muslim pada peperangan Badar juga motivasi yang membangun self confidence itu. Demikian pula janji-janji kemenangan yang ada, semuanya ditujukan sebagai motivasi untuk membangun percaya diri tadi.

(Baca Juga: Terungkap, Kesejahteraan Prajurit TNI Masih Pakai Standar Sebelum Reformasi )

Dalam ragam statemen Rasulullah SAW s elalu memotivasi masyarakatnya, khususnya mereka yang under privilege, agar membangun self confidence atau percaya diri itu. Misalnya kepada mereka yang miskin, Rasulullah SAW mendaklarasikan diri sebagai bagian dari mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!