Niat Salat Nisfu Syaban, Lengkap dengan Tata Cara dan Perbedaan Pendapat Ulama Besar
Selasa, 11 Februari 2025 - 18:16 WIB
Salat sunnah Nisfu Syaban dapat dilakukan setelah salat sunnah ba'diyah Maghrib dan dilanjutkan setelah salat Isya.
Hal tersebut didasarkan pada pendapat Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumiddin.
Artinya, “Adapun salat sunnah Sya‘ban adalah malam kelima belas bulan Sya‘ban. Dilaksanakan sebanyak seratus rakaat. Setiap dua rakaat satu salam. Setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca Qulhuwallahu ahad sebanyak 11 kali. Jika mau, seseorang dapat salat sebanyak 10 rakaat. Setiap rakaat setelah Al-Fatihah Qulhuwallahu ahad 100 kali. Ini juga diriwayatkan dalam sejumlah salat yang dilakukan orang-orang salaf dan mereka sebut sebagai salat khair. Mereka berkumpul untuk menunaikannya. Mungkin mereka menunaikannya secara berjamaah,” (Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumiddin, jilid 1, hal. 203).
Namun kepercayaan terkait Salat Nisfu Syaban ini memunculkan beberapa perbedaan pendapat para ulama besar.
Misalnya seperti Imam An-Nawawi yang menganggap salat nisfu Sya‘ban yang berjumlah 100 rakaat adalah bidah.
Artinya, “Kesepuluh adalah salat yang dikenal dengan Salat Ar-Ragha’ib, yaitu 12 rakaat yang dilaksanakan antara maghrib dan isya pada malam Jumat pertama bulan Rajab dan salat malam nisfu Sya‘ban sebanyak 100 rakaat. Dua salat ini adalah bid‘ah, munkar, dan buruk. Jangan tertipu dengan penyebutan dua salat dalam kitab Qutul Qulub dan Ihya ‘Ulumiddin," (Lihat An-Nawawi, Al-Majmu‘ Syarhul Muhadzdzab, jilid 4, hal. 56).
Itulah niat salat Nisfu Syaban beserta tata cara melakukannya. Kendati ada beberapa pendapat terkait ibadah ini, sebaiknya umat muslim pandai-pandai dalam menelaah sebuah ibadah dan jangan sampai nantinya terjun ke dalam bidah.
Baca juga: Keistimewaan Malam Nisfu Syaban, Malam dengan Banyak Nama yang Indah
Hal tersebut didasarkan pada pendapat Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumiddin.
وأما صلاة شعبان فليلة الخامس عشر منه يصلي مائة ركعة كل ركعتين بتسليمة يقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة قل هو الله أحد إحدى عشرة مرة وإن شاء صلى عشر ركعات يقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة مائة مرة قل هو الله أحد فهذا أيضاً مروي في جملة الصلوات كان السلف يصلون هذه الصلاة ويسمونها صلاة الخير ويجتمعون فيها وربما صلوها جماعة
Artinya, “Adapun salat sunnah Sya‘ban adalah malam kelima belas bulan Sya‘ban. Dilaksanakan sebanyak seratus rakaat. Setiap dua rakaat satu salam. Setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca Qulhuwallahu ahad sebanyak 11 kali. Jika mau, seseorang dapat salat sebanyak 10 rakaat. Setiap rakaat setelah Al-Fatihah Qulhuwallahu ahad 100 kali. Ini juga diriwayatkan dalam sejumlah salat yang dilakukan orang-orang salaf dan mereka sebut sebagai salat khair. Mereka berkumpul untuk menunaikannya. Mungkin mereka menunaikannya secara berjamaah,” (Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumiddin, jilid 1, hal. 203).
Namun kepercayaan terkait Salat Nisfu Syaban ini memunculkan beberapa perbedaan pendapat para ulama besar.
Misalnya seperti Imam An-Nawawi yang menganggap salat nisfu Sya‘ban yang berjumlah 100 rakaat adalah bidah.
(الْعَاشِرَةُ) الصَّلَاةُ الْمَعْرُوفَةُ بصلاة الرغائب وهي ثنتى عَشْرَةَ رَكْعَةً تُصَلَّى بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لَيْلَةَ أَوَّلِ جُمُعَةٍ فِي رَجَبٍ وَصَلَاةُ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ مِائَةُ رَكْعَةٍ وَهَاتَانِ الصَّلَاتَانِ بِدْعَتَانِ وَمُنْكَرَاتَانِ قَبِيحَتَانِ وَلَا يُغْتَرُّ بِذِكْرِ هِمَا فِي كِتَابِ قُوتِ الْقُلُوبِ وَإِحْيَاءِ عُلُومِ الدِّينِ
Artinya, “Kesepuluh adalah salat yang dikenal dengan Salat Ar-Ragha’ib, yaitu 12 rakaat yang dilaksanakan antara maghrib dan isya pada malam Jumat pertama bulan Rajab dan salat malam nisfu Sya‘ban sebanyak 100 rakaat. Dua salat ini adalah bid‘ah, munkar, dan buruk. Jangan tertipu dengan penyebutan dua salat dalam kitab Qutul Qulub dan Ihya ‘Ulumiddin," (Lihat An-Nawawi, Al-Majmu‘ Syarhul Muhadzdzab, jilid 4, hal. 56).
Itulah niat salat Nisfu Syaban beserta tata cara melakukannya. Kendati ada beberapa pendapat terkait ibadah ini, sebaiknya umat muslim pandai-pandai dalam menelaah sebuah ibadah dan jangan sampai nantinya terjun ke dalam bidah.
Baca juga: Keistimewaan Malam Nisfu Syaban, Malam dengan Banyak Nama yang Indah
(wid)
Lihat Juga :