6 Amalan Bidah di Bulan Ramadan yang Sebaiknya Dihindari, Apa Saja?
Minggu, 02 Maret 2025 - 05:15 WIB
Baca juga: 9 Julukan Bulan Suci Ramadan, Penghulu Semua Bulan hingga Bulan Santunan
Ziarah kubur dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para sahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma'in.
Bahkan hal itu termasuk dari sikap tanathu’ (berlebih-lebihan/ memberat-beratkan diri) dalam beragama kepada Allah. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di waktu malam, maka makan dan minumlah hingga kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum karena ia tidaklah mengumandangkan azan kecuali bila fajar telah terbit”. (HR. Muttafaqun ‘alaih)
Tidak ada nukilan yang valid dari Nabi Muhammad SAW, para shahabatnya, tidak pula dari para imam yang diikuti bahwa mereka melafadzkan niat. Dengan itu, diketahui bahwa melafadzkan niat tidak disyariatkan, bahkan itu termasuk bid’ah yang diada-adakan.
Baca juga: Bid'ah Berat dan Ringan, Berikut Ini Contoh-contohnya
3. Merayakan Nuzulul Qur'an
Melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadan, untuk mengenang saat-saat diturunkannya al-Qur’an juga termasuk bidah, karena perbuatan ini tidak ada tuntunannya dari praktek Rasulullah SAW.4. Berziarah Kubur karena Ramadan
Tradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadan banyak dilakukan oleh kaum muslimin, bahkan di antara mereka ada yang sampai berlebihan dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik di sana.Ziarah kubur dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para sahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma'in.
5. Tradisi Imsak
Dalam kalender Ramadan waktu imsak yang dibuat-buat oleh sebagian manusia ini merupakan tambahan terhadap apa yang telah Allah tetapkan sehingga merupakan perkara yang batil.Bahkan hal itu termasuk dari sikap tanathu’ (berlebih-lebihan/ memberat-beratkan diri) dalam beragama kepada Allah. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di waktu malam, maka makan dan minumlah hingga kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum karena ia tidaklah mengumandangkan azan kecuali bila fajar telah terbit”. (HR. Muttafaqun ‘alaih)
6. Melafazkan Niat
Melafazkan niat ketika hendak melaksanakan puasa Ramadan adalah tradisi yang dilakukan oleh banyak kaum muslimin. Padahal hal tersebut bukanlah ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW.Tidak ada nukilan yang valid dari Nabi Muhammad SAW, para shahabatnya, tidak pula dari para imam yang diikuti bahwa mereka melafadzkan niat. Dengan itu, diketahui bahwa melafadzkan niat tidak disyariatkan, bahkan itu termasuk bid’ah yang diada-adakan.
Baca juga: Bid'ah Berat dan Ringan, Berikut Ini Contoh-contohnya
(wid)
Lihat Juga :